No image available for this title

Skripsi Kedokteran

DAYA HAMBAT MINIMAL EKSTRAK DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica Linn) TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi



ABSTRAK
Latar belakang: Sepanjang sejarah, tanaman telah menjadi sumber pengobatan yang diandalkan dalam bidang kedokteran, 70-90% dari populasi pedesaan di dunia masih tergantung pada obat herbal untuk perawatan kesehatan. Tumbuhan yang biasa dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah daun asam jawa (Tamarindus indica Linn). Asam jawa dapat dikembangkan karena diduga memiliki komponen bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri terhadap bakteri Salmonella typhi penyebab demam tifoid.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan post test only control group design, untuk mengetahui daya hambat minimal ekstrak daun asam (Tamarindus indica Linn) terhadap bakteri Salmonella typhi sedangkan uji antibakteri yaitu dengan metode difusi. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 100%, 40%, 20%, 10%. Media agar yang berisi bakteri dan ekstrak pada sumuran setelah di inkubasi 24 jam kemudian dilakukan penghitungan zona hambat dengan cara mengamati area bening disekitar sumuran pada medium agar kemudian di ukur dengan satuan millimeter. Hasil : Terdapat daya hambat minimal ekstrak daun asam jawa (Tamarindus indica Linn) terhadap bakteri Salmonella typhi, yaitu pada konsentrasi 10%. Kesimpulan : Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diberikan maka semakin tinggi daya hambat ekstrak daun asam jawa (Tamarindus indica Linn) terhadap bakteri Salmonella typhi.
Kata kunci : Ekstrak daun asam jawa (Tamarindus indica Linn), Salmonella typhi, antibakteri, zona hambat.
DAYA HAMBAT MINIMAL EKSTRAK DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica Linn) TERHADAP BAKTERI Salmonella
typhi
Nur Safitri B.*, Tri Setyawati**, Vera Diana Towidjojo***
*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Tadulako
** Bagian Biokimia, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Tadulako
***Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Tadulako
ABSTRACT
Background: Throughout history, the plant has become a reliable source of treatment in medicine, 70-90% of the rural population in the world still depend on herbal remedies for health care. Plants commonly used as traditional medicine are the leaves of tamarind (Tamarindus indica Linn). Tamarind can be developed for allegedly possessing bioactive components that can be used as an antibacterial against bacteria Salmonella typhi causes typhoid fever.
Metode: This study used a design post-test only control group design, to determine the minimal inhibitory leaf extract of tamarind (Tamarindus indica Linn) against Salmonella typhi bacteria while the antibacterial testing by diffusion methods. Concentration of extracts used were 100%, 40%, 20%, 10%.Agar medium containing extracts of bacteria and incubated in the wells after 24 hours and then were counted by observing the inhibition zone of clear area around the wells on agar then measured by millimeters.
Results: There's minimal inhibitory leaf extract of tamarind (Tamarindus indica Linn) against the bacterium Salmonella typhi, which is at 10% concentration.
Conclusion: The higher the concentration of the extract given the higher inhibition of leaf extracts of tamarind (Tamarindus indica Linn) against the bacteria Salmonella typhi.
Keyword: leaf extract of tamarind (Tamarindus indica Linn), Salmonella typhi, antibacterial, inhibition zone.


Ketersediaan

N 101 10 017615.32 SAF dMy LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
615.32 SAF d
Penerbit : Palu.,
Deskripsi Fisik
xv , 52 hlm ; 29 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
615.32
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
xv , 52 hlm ; 29 cm
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this