No image available for this title

Skripsi Kedokteran

PERBEDAAN TINGKAT KEBUGARAN ANTARA ORANG YANG PERNAH TERINFEKSI SCHISTOSOMIASIS DENGAN ORANG YANG TIDAK PERNAH TERINFEKSI SCHISTOSOMIASIS DI KECAMATAN LINDU KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH TAHUN 2014



ABSTRAK

Latar Belakang : Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang berlebihan. Schistosomiasis atau disebut demam keong merupakan penyakit parasitik yang disebabkan oleh infeksi cacing yang tergolong dalam genus Schistosoma. Schistosomiasis di Indonesia hanya ditemukan di Sulawesi Tengah, yaitu di Dataran Tinggi Lindu, Napu dan Bada. Tuntutan akan kebugaran jasmani setiap orang berbeda. Perbedaan ini biasanya dipengaruhi oleh jenis pekerjaan dari tiap-tiap orang. Bagi masyarakat kebugaran jasmani dipergunakan untuk bekerja.
Tujuan : Mengetahui perbedaan tingkat kebugaran antara orang yang pernah terinfeksi Schistosomiasis dengan orang yang tidak pernah terinfeksi Schistosomiasis di Kecamatan Lindu Kabupten Sigi Sulawesi Tengah tahun 2014.
Metode Penelitian : Desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional, metode pengumpulan sampel secara purposive sampling, didapatkan 46 sampel yang terdiri dari 23 laki-laki yang pernah menderita Schistosomiasis dan 23 laki-laki yang tidak pernah menderita Schistosomiasis. Pengukuran tingkat kebugaran menggunakan Harvard test. Perbedaan tingkat kebugaran antara orang yang pernah menderita Schistosomiasis dengan orang yang tidak pernah menderita Schistosomiasis dianalisis dengaan uji Mann-Whitney
Hasil Penelitian : Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney, diperoleh nilai probabilitas (0,525>0,05) maka hipotesis 1 (H0) diterima
Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan tingkat kebugaran antara orang yanng pernah terinfeksi Schistosomiasis dengan orang yang tidak pernah terinfeksi Schistosomiasis

Kata Kunci : Schistosomiasis, Tingkat Kebugaran Tubuh, Masyarakat Lindu, Tes Harvard.














ABSTRACT


Background: physical fitness is the body's ability to perform daily activities without causing physical fatigue and mental overload. Schistosomiasis or snail fever called a parasitic disease caused by parasitic infections are classified in the genus Schistosoma. Schistosomiasis in Indonesia found only in Central Sulawesi, that is, in the Highlands Lindu, Napu and Bada. The demands of the physical condition of each person is different. This difference is usually influenced by the type of work of each person. For people of physical fitness used to work.
Objective: To determine differences in fitness levels among people who were infected with schistosomiasis with people who have been infected with schistosomiasis in Lindu Kabupten Sigi district in Central Sulawesi in 2014.
Methods: The study design was a cross sectional descriptive approach, the method of collecting samples by purposive sampling, obtained 46 samples consisting of 23 men who had suffered from Schistosomiasis and 23 men who had never had Schistosomiasis. Measuring fitness level by testing Harvard. The difference in fitness levels among people who have had Schistosomiasis with people who have never suffered Schistosomiasis analyzed dengaan Mann-Whitney
Results: Data were analyzed using the Mann-Whitney test, probability values obtained (0.525> 0.05), the first hypothesis (H0) is accepted.
Conclusion: No difference in fitness levels between yanng been infected with schistosomiasis with people who have been infected with Schistosomiasis


Keywords: Schistosomiasis, Body Fitness Level Lindu Society, Harvard test.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
616.96 MAR p
Penerbit : Palu.,
Deskripsi Fisik
xv , 37 hlm ; 29 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
616.96
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
xv , 37 hlm ; 29 cm
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this