No image available for this title

Skripsi Kedokteran

HUBUNGAN DERAJAT DEHIDRASI DAN STATUS GIZI DENGAN LAMA RAWAT INAP TERHADAP PASIEN DIARE AKUT PADA BALITA DI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2014



ABSTRAK
Latar Belakang : Diare masih menjadi penyebab kedua kematian balita secara global. Hampir satu dari lima kematian anak sekitar 1,5 juta setiap tahun adalah karena diare. Pada tahun 2006, United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan World Health Organisasi (WHO) menyatakan bahwa diare berperan 40% dari semua kematian anak di seluruh dunia tiap tahunnya. Berdasarkan data WHO tahun 2004 lebih dari 80% kematian anak disebabkan diare termasuk di Afrika dan Asia Tenggara.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain penelitian potong lintang (cross-sectional). Teknik pengambilan data purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder yaitu berasal dari rekam medis pasien.
Hasil : Dari 100 sampel, berdasarkan distribusi sampel diperoleh jumlah pasien balita yang di rawat di RSUD Undata Palu dengan lama rawat inap 1-3 hari, yaitu sebanyak 66 orang (66%). Sedangkan jumlah pasien dengan lama rawat inap ≥4 hari sebanyak 34 orang (34%). Berdasarkan hasil analisis data program komputer SPSS menggunakan uji statistik Chi-square diperoleh bahwa terdapat hubungan yang lemah antara derajat dehidrasi (p=0,042) dengan lama rawat inap pasien diare akut pada balita. Sedangkan untuk status gizi (p=0,338) tidak terdapat hubungan terhadap lama rawat inap pasien diare akut pada balita di RSUD Undata Palu tahun 2014. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara derajat dehidrasi dengan lama rawat inap terhadap pasien diare akut pada balita di RSUD Undata Palu Tahun 2014. Sedangkan untuk status gizi tidak terdapat hubungan dengan lama rawat inap pasien diare akut pada balita di RSUD Undata Palu Tahun 2014.
Kata Kunci : diare, lama rawat inap, derajat dehidrasi, status gizi.
ABSTRACT
Background: Diarrhea is globally ranked second of mortality cause in infants. One out of five child deaths, which is approximately 1,5 million deaths, are due to diarrhea. In 2006, the United Nations Children’s Fund (UNICEF) and World Health Organisasi (WHO) declared that diarrhea is the cause of 40% of child deaths annualy. WHO data on 2004 showed that more than 80% child deaths are caused by diarrhea, including those in Africa and Southeast Asia.
Method : This is an analytical observational study with a cross-sectional design. Secondary data were obtained through purposive sampling, which were collected from medical records.
Results : From a total of 100 samples, 66 infants with diarrhea (66%) were treated for 1-3 days of inpatient care in RSUD Undata Palu, and 34 infants were treated ≥4 days (34%). Using SPSS and chi-square analysis, we found a weak correlation between dehydration grade (p=0,042) with inpatient care duration. Nutritional status was found not correlated (p=0,338) with inpatient care duration of infants with acute diarrhea in on 2014. Conclusion : Based on our results we can conclude that there is a correlation between dehydration grade and inpatient care duration of infants with acute diarrhea in RSUD Undata Palu Hospital in 2014, while nutritional status was found not correlated
Key words : diarrhea, inpatient care duration, dehydration grade, nutritional status.


Ketersediaan

SKD2016342N 101 12 066 MUA hMy LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
N 101 12 066 MUA h
Penerbit : Palu.,
Deskripsi Fisik
xi , 48 hlm ; 29 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
xi , 48 hlm ; 29 cm
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this