No image available for this title

Skripsi Kesmas

EVALUASI PROGRAM PENCEGAHAN PENANGGULANGAN DAN PENATALAKSANAAN KASUS GIGITAN HEWAN PENULAR RABIES DI KABUPATEN POSO



NAZILAH.S, Evaluasi Program Pencegahan, Penanggulangan dan Penalataksanaan Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kabupaten Poso (di bawah bimbingan Muh. Ryman Napirah dan Sudirman).


Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Tadulako
Hasil Penelitian, Desember2016


Pencapaian indikator GHPR yakni 79,87%. Hal ini menunjukkan bahwa dari target yang telah ditetapkan yakni 90%, maka Propinsi Sulawesi Tengah belum mencapai target nasional yakni masih kekurangan 10,13%. Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Poso kasus terbanyak berasal dari Kecamatan Lore Barat yaitu sejumlah 27 kasus GHPR tapi CFR tertinggi berasal dari Kecamatan Pamona Puselemba yaitu 33,3 % disusul oleh Kecamatan Pamona timur yaitu 11,7 % dan disusul untuk kasus 20 GHPR dan CFR untuk Kecamatan Poso Kota sebanyak 10,8% Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana evaluasi Program Pencegahan, Penanggulangan Dan Penatalaksanaan Kasus Gigitan Hewan Penaluran Rabies di Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian untuk kebijakan GHPR di atur perda dan untuk input masih kurang dari SDM, anggaran dan waktu pelaksanaannya, sedangkan process tidak tuntasnya pemberian vaksin pada pasien dan output penyuntikan vaksin yang tuntas. Kesimpulan kebijakan tentang program rabies di Kabupaten Poso ada dalam Perda dan stategi program rabies sudah sesuai dengan petunjuk pemberantas di Indoensia. Dan dalam Program Pencegahan, Penanggulangan dan Penatalaksanaan kasus GHPR dilihat dari input, process dan output. Untuk input SDM di Dinas Kesehatan masih kurang dan beban kerja yang tinggi sekali kemudian itu petugas program rabies merangkan memegang 2 program yang lain, dana masih kurang sumber angaran dalam program rabies yang disebabkan karena vaksin belum mencukupi dibagian Kabupaten Poso, waktu pelaksanaan program selalau tidak tepat yang disebabkan karena anggaran yang tidak mencukupi. Untuk process yaitu pemberian vaksin VAR yang belum tuntas, penyuluhan kesehatan yang belum maksimal karena harus sesuai dengan anggaran yang ada. Dan untuk output tidak ada target persentasi dalam program rabies, hanya penyuntikan vaksin yang tuntas saja target dalam program pencegahan, penanggulangan dan penatalaksanaan. Saran sebagai bahan pertimbagan sebagai berikut yaitu melakukan advokasi kepada pihak penentu kebijakan di daerah dalam program rabies.

Kata Kunci : Evaluasi Program Pencegahan, Penanggulangan Dan Penatalaksanaan, Rabies Center
ABSTRACT

NAZILAH.S, The Evaluation of Prevention Overcoming and Cases Management Program of the Bite of Rabies Infector Animals in Poso Regency (by the guidance of Muh. Ryman Napirah dan Sudirman).

Administration Interest and Health Policy
Public Health Department
Medical and Health Science Faculty
Tadulako University
The Research Result, December 2016

Achievement indicators GHPR ie 79.87%. This indicates that the target that has been set that is 90%, then the Central Sulawesi province has not reached the national target that is still short of 10.13%. According to Health Departmen of Poso Regency, the most cases are found in Lore Barat District, it was 27 cases of GHPR but the highest CFR found in PamonaPuselembaDistrict which was 33,3% followed by PamonaTimur District 11.7% and Poso Kota District 10.8% for 20 GHPR and CFR. This research is aimed to know how the evaluation of prevention, overcoming and cases management program of the bite of rabies infector animals in Poso Regency. This type of research is qualitative. The results are the component the rabies program policy is regulated in the local law of Poso regency and for the input, human resources at Health Department is still low, for the process, in giving VAR vaccine is not done properly and output for output in rabies program, it’s only the injection of vaccine done well in this program. The conclusion, the rabies program policy is regulated in the local law of Poso regency and it’s suit to the rabies overcoming in Indonesia.In the program of prevention, overcoming and GPRS cases management is viewed by input, process and output. For the input, human resources at Health Department is still low while work burden is very high, an official of rabies program handles two other programs, the fund provided for rabies program is still less that’s why the rabies vaccine in Poso Regency is not enough. For the process, in giving VAR vaccine is not done properly, health socialization is not also done maximally. There is no target for output in rabies program, it’s only the injection of vaccine done well in this program. As a suggestion, there’s should be an advocacy to policy determined of the local government for rabies program.

Key words: evaluation, program, prevention, overcome, management, rabies center.


Ketersediaan

SKM20170175:N 201 12 045 SUL eMy LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
:N 201 12 045 SUL e
Penerbit KESMAS : Palu.,
Deskripsi Fisik
xvi , 105 hlm ; 19 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
xvi , 105 hlm ; 19 cm
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this