<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1025">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN MENARKE PADA SISWI SEKOLAH &#13;
MENENGAH PERTAMA NEGERI 14 PALU TAHUN 2013</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DERI LIDYA MINARTI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Sebastopol, CA</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi Kedokteran</form>
  <extent>xviii,52hlm;29cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Masa pubertas terjadi pertumbuhan fisik yang cepat pada remaja, termasuk pertumbuhan dan kematangan organ-organ reproduksi, yang ditandai dengan terjadinya haid pertama/menarke. Kurun waktu beberapa tahun terakhir ini usia menarke telah bergeser ke usia yang lebih muda. Menarke yang terlambat menyebabkan kegagalan penimbunan mineral pada tulang sehingga resiko osteoporosis menjadi lebih besar dikemudian hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian menarke pada siswi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Palu Tahun 2013.&#13;
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan sampel sebanyak 100 siswi dengan teknik metode pengambilan sampel proportional stratified random sampling. Responden akan mengisi kuesioner dan dilakukan pengukuran antropometri. Data akan dianalisis dengan uji Chi-Square.&#13;
Hasil Penelitian: Responden yang sudah menarke lebih banyak yang obesitas yaitu sebanyak 15 orang (100%) dibandingkan yang tidak obesitas yaitu sebanyak 44 orang (51,8%). Responden yang belum menarke lebih banyak yang tidak obesitas yaitu 41 orang (48,2%) dibandingkan yang obesitas yaitu 0%.&#13;
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian menarke pada siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Palu tahun 2013 dengan nilai p-value (0,000) &lt; Î± (0,05).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: indeks massa tubuh, kejadian menarke, Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Palu.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">DERI LIDYA MINARTI</note>
 <subject authority="">
  <topic>LEUKORRHEA (KEPUTIHAN)</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HAID</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AMENORE</topic>
 </subject>
 <classification>618.173</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>618.173 MIN h</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">SKD1300082</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>618.173 MIN h</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1025</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2013-08-11 00:09:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2013-08-11 00:10:26</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>