<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1040">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN INFORMED CONSENT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRA OPERASI DI RUMAH SAKIT UMUM ANUTAPURA PALU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>LUCKY SARJONO BURAND</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Sebastopol, CA</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi Kedokteran</form>
  <extent>xv,45hlm;29cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang : Informed consent adalah persetujuan yang diberikan pasien kepada dokter setelah terlebih dahulu diberikan penjelasan. Informed consent menjadi suatu hal yang penting sebab merupakan suatu dokumen legal yang penting dalam memproteksi penyedia jasa layanan kesehatan terhadap tuntutan hukum di masa mendatang serta membantu pasien untuk bersikap kooperatif pada seluruh prosedur tindakan medis. Tindakan operasi, baik minor maupun mayor, dapat berpotensi menyebabkan terjadinya kecemasan pada pasien sebelum operasi dilaksanakan (pra operasi). Kecemasan berperan penting dalam stabilitas pasien operasi mulai dari anestesi hingga pada proses rehabilitasi pasca operasi. &#13;
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara kualitas informed consent dengan tingkat kecemasan pasien pra operasi. &#13;
Metode Penelitian : Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diisi berdasarkan hasil wawancara kepada pasien secara langsung oleh peneliti pada bulan Juni 2013 di Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu. Kuesioner informed consent disusun berdasarkan standar informasi dalam informed consent menurut UU No. 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran serta Permenkes No. 290 tahun 2008 tentang persetujuan tindakan kedokteran, serta kuesioner tingkat kecemasan disusun berdasarkan Structured Interview For The Hamilton Anxiety Scale (SIGH-A) oleh Janet &amp; Williams. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 35 orang. Analisis korelasi bivariat penelitian ini menggunakan analisis korelasi Spearman. &#13;
Hasil penelitian : Nilai signifikansi korelasi Spearman adalah p=0.489 (p&gt;0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian informed consent dengan tingkat kecemasan pasien pra operasi di RSU Anutapura Palu.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Informed Consent, Kecemasan, Hamilton Anxiety Scale&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">LUCKY SARJONO BURAND</note>
 <subject authority="">
  <topic>PELAYANAN  KESEHATAN - MANAJEMEN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CEMAS</topic>
 </subject>
 <classification>362.106 8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>362.106 8 BUR h</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">SKD1300097</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>362.106 8 BUR h</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1040</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2013-08-13 10:05:24</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2013-08-13 10:05:24</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>