<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1070">
 <titleInfo>
  <title>Karakteristik penderita apendisitis yang dirawat inap di RSUD Undata Palu periode januari-Desember 2012</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Ikhsan Muchtar. G 501 09 085</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Palu</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi Kedokteran</form>
  <extent>xvi, 58hlm; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang : Apendisitis adalah inflamasi pada apendiks yang merupakan kedaruratan bedah abdomen yang paling sering. Berdasarkan data Departemen Kesehatan RI 2008, apendisitis merupakan penyakit saluran Pencernaan urutan ke-3 dari 10 kasus penyakit utama penyebab kematian di Indonesia. Menurut data Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah 2012 insiden apendisitis masih cukup tinggi yaitu sebanyak 807 kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik penderita apendisitis yang dirawat inap di RSUD Undata Palu Periode Januari-Desember 2012. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2013 di RSUD Undata Palu.&#13;
Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan total sampling sebanyak 181 orang. Analisis data menggunakan program SPSS.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus apendisitis terbanyak pada kelompak umur 25-44 tahun (39,8%) dan terendah pada kelompok umur &gt;65 tahun (5%), jenis kelamin perempuan lebih banyak (54,1%) ditemukan dibanding dengan jenis kelamin laki-laki (45,9%). Kasus apendisitis paling banyak terjadi didaerah Palu (59,1%) dan paling sedikit terjadi didaerah luwuk (6%). Manifestasi klinis yang paling banyak ditimbulkan pada penderita apendisitis adalah nyeri kuadran kanan bawah (99,4%) kemudian diikuti dengan demam (45,9%), mutah (37,6%) dan mual (28,7%). Dari hasil pemeriksaan leukosit darah didapatkan adanya leukositosis (79%) pada sebangian besar kasus. Dari pemeriksan ultrasonografi menunjukkkan penebalan diding usus pada sebagian besar kasus apendisitis (61,3%). Lama perawatan pada kasus apendisitis paling banyak selama</note>
 <note type="statement of responsibility">Muhammad Ikhsan Muchtar. G 501 09 085</note>
 <subject authority="">
  <topic>APENDISITIS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>USUS BUNTU</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>APENDIKS (ANATOMI)</topic>
 </subject>
 <classification>617.554</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>617.554 MUC k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">SKD1400019</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>617.554 MUC k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1070</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-02-27 14:20:13</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2001-12-31 23:41:51</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>