<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1250">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA DAN TAHUN KEDUA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS TADULAKO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AYU PUSPITA SARI N 101 10 035</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Palu</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi Kedokteran</form>
  <extent>xiv , 32 hln : 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Latar belakang :  Sensasi kecemasan sering dialami oleh hampir semua manusia. Perasaan tersebut ditandai oleh rasa ketakutan yang difus, tidak menyenangkan, dan samar-samar, seringkali disertai oleh gejala otonomik. Kecemasan memperingatkan adanya ancaman eksternal dan internal; dan memberikan respon agar lebih waspada. Mahasiswa kedokteran tahun pertama lebih rentan mengalami kecemasan dibanding mahasiswa yang sudah lama menjalani perkuliahan. Selama masa satu tahun pertama terjadi stres pada mahasiswa kedokteran akibat penyesuaian dari lingkungan pendidikan sebelumnya yang tidak terlalu berat menjadi lingkungan pendidikan dokter yang berat.&#13;
&#13;
Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 190 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner Zung anxiety self-assessment scale untuk mengukur tingkat kecemasan pada responden. Analisis data menggunakan uji chi square.&#13;
&#13;
Hasil penelitian : nilai P adalah 0,000 (P</note>
 <note type="statement of responsibility">AYU PUSPITA SARI N 101 10 035</note>
 <subject authority="">
  <topic>CEMAS</topic>
 </subject>
 <classification>131</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>131 SAR p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">N 101 10 035</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>131 SAR p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1250</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-12-18 08:14:57</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2014-12-18 08:14:57</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>