<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1589">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS RISIKO MEDIS TERHADAP KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSU ANUTAPURA PALU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MONA DITHA FARADISA N 201 11 020</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Palu</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi Kesmas</form>
  <extent>xx , 105 hlm ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
MONA DITHA FARADISA. Analisis Risiko Medis Terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSU Anutapura Palu (Dibawah bimbingan Adhar Arifuddin dan Lusia Salmawati).&#13;
&#13;
Peminatan Epidemiologi&#13;
Program Studi Kesehatan Masyarakat&#13;
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan&#13;
Universitas Tadulako&#13;
&#13;
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyebab utama tingginya angka kematian bayi pada masa perinatal.  Bayi BBLR berisiko mengalami kematian 35 kali lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang berat lahirnya diatas 2500 gram. Prevalensi global untuk BBLR adalah 15,5%, Indonesia 10,2%, Sulawesi Tengah 16,9%, Kota Palu 3,2%, dan RSU Anutapura Palu 26,57%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko medis BBLR di RSU Anutapura Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan case control. Sampel kasus adalah ibu hamil melahirkan bayi BBLR dan sampel kontrol adalah ibu hamil melahirkan bayi tidak BBLR dengan perbandingan 1:2. Jumlah sampel yaitu 174 yang terdiri dari 58 sampel kasus dan 116 sampel kontrol. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan kriteria ibu hamil pernah hamil sebelumnya. Data diuji dengan uji OR dan dianalisis secara bivariat pada batas kemaknaan (Î±=5%) dan univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan berat badan, jarak kehamilan, hipotensi, hipertensi, penyakit infeksi, riwayat perdarahan, dan volume cairan ketuban  merupakan faktor risiko terhadap kejadian BBLR dengan nilai OR&gt;1, sedangkan variabel kehamilan kembar tidak dapat dianalisis dengan uji OR, tetapi berhubungan dengan kejadian BBLR (p1, while the variable of twin pregnancy can not be analyzed with OR test, but related to the incidence of LBW (p</note>
 <note type="statement of responsibility">MONA DITHA FARADISA N 201 11 020</note>
 <subject authority="">
  <topic>NEONATOLOGI</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BAYI - MORTALITAS</topic>
 </subject>
 <classification>618.92</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>618.92 FAR a</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">SKM2015050</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>618.92 FAR a</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1589</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-09-01 10:15:38</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-09-01 10:15:38</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>