<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1684">
 <titleInfo>
  <title>EFEK GEL EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) PADA PENINGKATAN KETEBALAN KOLAGEN DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA MENCIT (Mus musculus)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AMALIA RAMDHANIYAH N 101 10 053</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Palu</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi Kedokteran</form>
  <extent>xv , 56 hlm ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Latar Belakang: Belimbing wuluh memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik untuk menunjang proses penyembuhan luka, terutama dalam peningkatan ketebalan kolagen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek gel ekstrak belimbing wuluh pada peningkatan ketebalan kolagen dalam proses penyembuhan luka insisi pada mencit.&#13;
Metode Penilitian: Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental laboratorium. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2014 dengan tempat perlakuan dilakukan dirumah peneliti, pembuatan luka dan biopsi dilakukan di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Anutapura Palu dan pewarnaan jaringan dilakukan di laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Subjek adalah mencit yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yang masing-masing terdiri dari 6 subjek. Kelompok terdiri dari 1 kelompok kontrol yang diberikan sediaan gel tanpa zat aktif dan 3 kelompok pelakuan yang diberikan gel ekstrak belimbing wuluh dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Semuanya diberikan 2 kali sehari secara topikal. Mencit diberikan luka sayat pada punggung kanan dengan panjang 1 cm, kemudian selama 14 hari diberikan perlakuan sesuai kelompok, pada hari ke-14 dilakukan biopsi dan dicat dengan pewarnaan Von Gieson. Data berupa  gambaran histologi kulit berdasarkan ketebalan kolagen, kemudian dianalisis menggunakan uji one way Anova dengan nilai P</note>
 <note type="statement of responsibility">AMALIA RAMDHANIYAH N 101 10 053</note>
 <subject authority="">
  <topic>JAMU</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BELIMBING</topic>
 </subject>
 <classification>615.32</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>615.32 RAM e</shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1684</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-15 13:40:01</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-15 13:40:01</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>