<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1829">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN DAYA HAMBAT ANTARA SABUN ANTISEPTIK&#13;
DAN EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper Betle Linn) TERHADAP&#13;
PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DAYANARA REBECCA N 101 12 087</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Palu</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi Kedokteran</form>
  <extent>XVI , 45 HLM ; 29 CM</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Latar Belakang. Penyakit infeksi masih merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk negara berkembang. Salah satu cara mencegah penyebarannya adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik. Akhir-akhir ini gaya hidup kembali ke alam banyak digunakan oleh masyarakat, yaitu dengan menggunakan tanaman herbal. Daun sirih dapat digunakan sebagai antibakteri karena mengandung 4,2% minyak atsiri. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan patogen utama penyebab infeksi untuk manusia.&#13;
Metode. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium post test only control group dengan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar. Bahan uji yang digunakan adalah sabun LB, sabun DT, ekstrak daun sirih 25% dan 50%, dengan povidone iodine 1% sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Masing-masing perlakuan direplikasi sebanyak empat kali. Efek antibakteri diukur dari luasnya zona hambat yang terbentuk.&#13;
Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata zona hambat bahan uji yang tertinggi adalah sabun LB yaitu 40,87 mm, dilanjutkan ekstrak daun sirih 50%, sabun DT dan ekstrak daun sirih 25%, dengan masing-masing zona hambat yang terbentuk adalah 27,75 mm, 24,57 mm, dan 23,95 mm. Untuk kelompok kontrol positif memiliki zona hambat yaitu 31,20 mm, dan kontrol negatif tidak terbentuk zona hambat. Hasil uji statistik menggunakan Kruskal-Wallis didapatkan nilai signifikansi p</note>
 <note type="statement of responsibility">DAYANARA REBECCA N 101 12 087</note>
 <subject authority="">
  <topic>JAMU</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BAKTERIOLOGI KEDOKTERAN</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>N 101 12 087 REB p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">SKD2016267</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>N 101 12 087 REB p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1829</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-09-15 11:17:37</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-09-15 11:42:11</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>