<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1929">
 <titleInfo>
  <title>TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP  &#13;
SISWA-SISWI SD KELAS 4,5 DAN 6  &#13;
TERHADAP DIARE DAN PENCEGAHANNYA  &#13;
DI	SDN INPRES TOMADO  &#13;
DAN SD BK 2 LINDU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ASHAR RANDY ADIL  N 101 12 135</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Palu</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi Kedokteran</form>
  <extent>xviii , 55 hlm ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRACT &#13;
Background: In developing countries such as Indonesia, diarrhea is still a public health problem. Based on data from the Regency Health Office of Sigi, diarrheal diseases, including diseases of the 10 highest in the district Lindu, in 2014 as many as 116 patients. In general, elementary school children pay less attention to the cleanliness of the body and its environment. This incident is a potential cause of diarrhea in children Primary School &#13;
Objective:To determine how the level of knowledge and attitude of students of elementary classes 4,5 and 6 against diarrhea and its prevention in SDN Inpres Tomado and SD BK 2 Lindu. &#13;
Methods:Descriptive research design, sample of 71 children taken from SDN Inpres  Tomado and SD BK 2 Lindu total sampling. Results processed and analyzed descriptively using Microsoft Excel Software and presented in tables and graphs. Data from the primary research using data from questionnaires. &#13;
Results:The knowledge level of primary school children against diarrhea and prevention in well categories as much as 47.89% and category fairly as much as 52.11%. Level Elementary School children's attitudes towards diarrhea and prevention in well categories as much as 57.75% and category fairly as much as 42.25%. &#13;
Conclusion:The level of knowledge and attitudes of primary school children against diarrhea and prevention sequentially in the category fairly and well. &#13;
 &#13;
 &#13;
Keywords: Knowledge, Attitude, Diarrhea &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA-SISWI SD KELAS &#13;
4,5 DAN 6 TERHADAP DIARE DAN PENCEGAHANNYA DI SDN &#13;
INPRES TOMADO DAN SD BK 2 LINDU &#13;
 &#13;
Ashar Randy Adil*, I Nyoman Widajadnja**, Gina Andyka Hutasoit*** &#13;
 &#13;
*Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu  &#13;
   Kesehatan, Univertas Tadulako  &#13;
**Bagian Fisiologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas      Tadulako &#13;
***Bagian Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan,  &#13;
      Universitas Tadulako &#13;
 &#13;
ABSTRAK &#13;
 &#13;
Latar Belakang: Di negara berkembang seperti di Indonesia, diare masih merupakan masalah kesehatan di masyarakat. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, penyakit diare termasuk penyakit 10 tertinggi di Kecamatan Lindu, pada tahun 2014 sebanyak 116 penderita. Pada umumnya anak Sekolah Dasar kurang memperhatikan kebersihan pada tubuh dan lingkungannya. &#13;
Kejadian ini sangat berpotensi menimbulkan diare pada anak Sekolah Dasar.  Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan dan sikap siswasiswi SD kelas 4,5 dan 6 terhadap diare dan pencegahannya di SDN Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu. &#13;
Metode : Rancangan penelitian deskriftif, sampel berjumlah 71 anak yang diambil dari SDN Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu secara total sampling. Hasil Penelitian diolah dan dianalisis secara deskriptif menggunakan Software Microsoft Excel dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Data penelitian menggunakan data dari primer dari kuesioner. &#13;
Hasil : Tingkat pengetahuan anak Sekolah Dasar terhadap diare dan pencegahannya pada kategori baik sebanyak 47,89% dan kategori cukup sebanyak 52,11%. Tingkat sikap anak Sekolah Dasar terhadap diare dan pencegahannya pada kategori baik sebanyak 57,75% dan kategori cukup sebanyak 42,25%. Kesimpulan : Tingkat pengetahuan dan sikap anak sekolah dasar terhadap diare dan pencegahannya secara berurutan berada pada kartegori cukup dan baik. &#13;
 &#13;
 &#13;
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Diare &#13;
  &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
PENDAHULUAN &#13;
Di negara berkembang seperti di Indonesia, diare masih merupakan masalah kesehatan di masyarakat, karena morbiditas dan mortalitas-nya yang masih tinggi. Survei morbiditas yang dilakukan oleh Subdit Diare, Departemen Kesehatan dari tahun 2000 s/d 2010 terlihat kecenderungan insidens naik. Pada tahun 2000 insiden rate penyakit diare 301/ 1000 penduduk, tahun 2003 naik menjadi 374 /1000 penduduk, tahun 2006 naik menjadi 423 /1000 penduduk dan tahun 2010 menjadi 411/1000 penduduk. [1]. &#13;
Salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah adalah Kabupaten Sigi. Kabupaten ini terbagi menjadi 15 kecamatan salah satunya adalah Kecamatan Lindu. Kecamatan Lindu terbagi kedalam 4 desa yaitu, Desa Puroo, Langko, Tomado dan Anca. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, penyakit diare termasuk penyakit 10 tertinggi di Kecamatan Lindu, pada tahun 2014 sebanyak 116 penderita.  &#13;
Kebanyakan diare disebabkan oleh tercemarnya makanan  oleh bakteri, virus, parasit atau zat lain yang dapat menyebabkan diare. Pada umumnya anak Sekolah Dasar kurang memperhatikan kebersihan pada tubuh dan lingkungannya,  seperti pada saat jam istirahat, mereka bermain dan kemudian makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu menggunakan air dan sabun. Kejadian ini sangat berpotensi menimbulkan diare pada anak Sekolah Dasar. &#13;
METODE &#13;
Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel secara total sampling dengan analisa data secara deskriptif untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap siswasiswi SD kelas 4,5 dan 6 terhadap diare dan pencegahannya. Penelitian ini menggunakan responden siswa-siswi SD kelas 4,5 dan 6 di SDN Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu sebanyak 71 responden. &#13;
Data yang diperoleh dari penelitian akan dimasukkan, diolah dan dianalisis secara deskriptif menggunakan Software Microsoft Excel dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. &#13;
 &#13;
HASIL &#13;
1. Deskripsi Karateristik Responden &#13;
Responden yang terpilih untuk terlibat dalam penelitian ini sebanyak 71 anak. Adapun responden yang terplih berasal dari SDN Inpres Tomado sebanyak 47 anak dan responden yang berasal dari SD BK 2 Lindu sebanyak 24 anak. Gambaran karakteristik responden yang diamati meliputi Usia, Kelas, Jenis Kelamin, Sumber Informasi yang didapat oleh responden, Riwayat Diare. a. Gambaran Karakteristik Responden Berdasarkan Usia &#13;
 Ditinjau dari usia, usia responden terbanyak pada usia 10 dan 11 tahun sebanyak 21 anak dengan presentase 29,58%. Data lengkap mengenai karakteristik usia responden dapat dilihat pada tabel 4.1. &#13;
Tabel 4.1 Distribusi Karakteristik Responden berdasarkan Usia di SDN Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu Tahun 2016 &#13;
Kategori Usia 	Jumlah 	Presentase (%) &#13;
9  Tahun 	10 	14,08, &#13;
10 Tahun 	21 	29,58, &#13;
11 Tahun 	21 	29,58 &#13;
12 Tahun 	16 	22,53 &#13;
13 Tahun 	3 	4,23 &#13;
Total 	71 	100 &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner, 2016) &#13;
b. Gambaran Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin &#13;
Berdasarkan Jenis Kelamin, responden yang terbanyak adalah Laki-Laki sebanyak 38 anak dengan presentase 53,52%. Data lengkap mengenai karakteristik jenis kelamin responden dapat dilihat pada tabel 4.2. &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
Tabel 4.2 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis   &#13;
        Kelamin di SDN Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu Tahun 2016 &#13;
Jenis Kelamin 	Jumlah 	Presentase (%) &#13;
Laki-Laki 	38 	53,52% &#13;
Perempuan 	33 	46,48% &#13;
Total 	71 	100 &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner, 2016) &#13;
c.	Gambaran Karakteristik Responden berdasarkan Tingkat Kelas &#13;
Berdasarkan Tingkat Kelas, responden yang terbanyak adalah kelas 5 sebanyak 25 anak dengan presentase 35,22%. Data lengkap mengenai karakteristik tingkat kelas dapat dilihat pada tabel 4.3. &#13;
Tabel 4.3 Distribusi Karakteristik Responden berdasarkan Tingkat Kelas di SDN Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu Tahun 2016 &#13;
Tingkat Kelas 	Jumlah 	Presentase (%) &#13;
Kelas 4 	23 	32,39% &#13;
Kelas 5 	25 	35,22% &#13;
Kelas 6 	23 	32,39% &#13;
Jumlah 	71 	100 &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner, 2016) &#13;
d.	Gambaran Karakteristik Responden Berdasarkan Sumber Informasi  &#13;
Berdasarkan Sumber Informasi, sumber informasi yang terbanyak adalah &#13;
Petugas Kesehatan (Bidan, Perawat, Dokter) sebanyak 45 dengan presentase 63,38 %. Data lengkap mengenai karakteristik sumber informasi dapat dilihat pada tabel 4.4. &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
Tabel 4.4 Distribusi Karakteristik Responden berdasarkan Sumber Informasi di SDN Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu Tahun 2016 &#13;
Sumber Infomasi 	Jumlah 	Presentase (%) &#13;
Petugas Kesehatan 		&#13;
(Perawat, Bidan, &#13;
Dokter) 	45 	63,38% &#13;
Media Cetak (Koran, 		&#13;
Majalah, Buku) 	0 	0% &#13;
Kegiatan Setempat 		&#13;
(Penyuluhan, Pengajian, &#13;
Sekolah Minggu) 	0 	0% &#13;
Guru dan Pelajaran di 		&#13;
Sekolah 	17 	23,94% &#13;
Keluarga 	9 	12,68% &#13;
Tentangga 	0 	0% &#13;
Lain-Lain 	0 	0% &#13;
Jumlah 	71 	100 &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner) &#13;
e.	Gambaran Karakteristik Responden berdasarkan Riwayat Diare &#13;
Berdasarkan riwayat diare, riwayat diare pada responden yang terbanyak adalah pernah menderita diare sebanyak 65 anak dengan presentase 91,55%. &#13;
Data lengkap mengenai karakteristik riwayat diare dapat dilihat pada tabel 4.5 &#13;
 &#13;
Tabel 4.5 Distribusi Karakteristik Responden berdasarkan Riwayat Diare di SDN Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu Tahun 2016 &#13;
Riwayat Diare 	Jumlah 	Presentase (%) &#13;
Pernah 	65 	91,55% &#13;
Tidak Pernah 	6 	8,45% &#13;
Jumlah 	71 	100 &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner, 2016) &#13;
 &#13;
2.Pengetahuan &#13;
Tingkat Pengetahuan siswa-siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu terhadap diare dan pencegahannya terbanyak berada dalam kategori cukup yaitu sebesar 37 anak dengan presentase 52,11%. Kategori baik sebanyak 34 anak dengan presentase 47,89%. Kategori kurang sebanyak 0 anak dengan presentase 0%. Data lengkap dapat dilihat pada tabel 4.6. &#13;
Tabel 4.6 Tingkat Pengetahuan Siswa-Siswi SD Inpres Tomado dan  SD BK 2 Lindu terhadap Diare dan Pencegahannya Tahun 2016 &#13;
Kategori 	Jumlah 	Presentase (%) &#13;
Baik 	34 	47,89% &#13;
Cukuk 	37 	52,11% &#13;
Kurang 	0 	0% &#13;
Jumlah 	71 	100 &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner, 2016) &#13;
Tabel 4.7 Tingkat Pengetahuan Siswa-Siswi SD Inpres Tomado dan    SD BK 2 Lindu berdasarkan Jawaban Responden yang Benar. &#13;
No 	Pertanyaan 	Jumlah 	Presentase (%) &#13;
1 	Definisi diare 	54 	76,05% &#13;
2 	Ciri-ciri dehidrasi akibat diare 	56 	78,87% &#13;
3 	Penyebab diare 	46 	64,78% &#13;
4 	Kelompok usia yang sering terkena diare 	46 	64,78% &#13;
5 	Kegiatan yang dapat menyebabkan diare 	45 	63,38% &#13;
6 	Cara mencegah diare 	55 	77,46% &#13;
7 	Pertolongan pertama diare 	30 	42,25% &#13;
8 	Pengobatan diare 	57 	80,28% &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner, 2016) &#13;
2. Sikap &#13;
Tingkat sikap siswa-siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu terhadap diare dan pencegahannya terbanyak berada dalam kategori baik yaitu sebesar 41 anak dengan presentase 57,74%. Kategori cukup sebanyak 30 anak dengan presentase 42,25 %. Kategori kurang sebanyak 0 anak dengan presntase 0%. Data lengkap dapat dilihat pada tabel 4.8. &#13;
Tabel 4.8 Tingkat Sikap Siswa-Siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu terhadap Diare dan Pencegahannya Tahun 2016. &#13;
Kategori 	Jumlah 	Presentase (%) &#13;
Baik 	41 	57,75% &#13;
Cukup 	30 	42,25 &#13;
Kurang 	0 	0 &#13;
Jumlah 	71 	`100 &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner, 2016) &#13;
Tabel 4.9 Tingkat Sikap Siswa-Siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu berdasarkan Jawaban Responden yang Benar  &#13;
No 	Pertanyaan 	Jumlah 	Presentase (%) &#13;
1 	Sebagai siswa harus tahu cara mencegah diare 	70 	98,59% &#13;
2 	Sebagai siswa harus tahu penyebab diare 	65 	91,54% &#13;
3 	Pemberian larutan gula dan garam (oralit) 	36 	50,70% &#13;
4 	Tidak boleh jajan sembarangan agar terhindar dari diare 	55 	77,46% &#13;
5 	Meminum obat jika terkena diare 	50 	70,42% &#13;
6 	Tidak dibawa ke dukun jika terkena diare 	57 	80,28% &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner, 2016) &#13;
3. Tingkat Pengetahuan terhadap Diare dan Pencegahannya berdasarkan Karakteristik Responden a. Usia &#13;
Tingkat pengetahuan siswa siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu terhadap diare dan pencegahannya berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel 4.10. &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
Tabel 4.10 Tingkat Pengetahuan Siswa-Siswi SD Inpres Tomado dan SD  BK 2 Lindu terhadap Diare dan Pencegahannya berdasarkan Usia tahun 2016 &#13;
Pengetahuan &#13;
Responden 				Usia Responden (Tahun) 			Jumlah &#13;
		9 		10 	11 	12 		13 	&#13;
	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% &#13;
Baik 	3 	8.82 	7 	20,59 	12 	35,30 	9 	26,47 	3 	8,82 	34 	100 &#13;
Cukup 	7 	18,92 	14 	37,84 	9 	24,32 	7 	18,92 	0 	0 	37 	100 &#13;
Kurang 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 &#13;
Jumlah 	10 	14,08 	21 	29,58 	21 	29,58 	16 	22,53 	3 	4,23 	71 	100 &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner, 2016) b. Jenis Kelamin &#13;
Tingkat pengetahuan siswa-siswi SD inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu terhadap diare dan pencegahannya berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 4.11. &#13;
Tabel 4.11 Tingkat Pengetahuan Siswa-Siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu terhadap Diare dan Pencegahannya berdasarkan Jenis Kelamin tahun 2016 &#13;
Pengetahuan &#13;
Responden 	Jenis Kelamin Responden 	Jumlah &#13;
	Laki-Laki 	Perempuan 	&#13;
	N 	% 	N 	% 	N 	% &#13;
Baik 	18 	52,94 	16 	47,06 	34 	100 &#13;
Cukup 	20 	54,06 	17 	45,94 	37 	100 &#13;
Kurang 	0 	0 	0 	0 	0 	0 &#13;
Jumlah 	38 	53,52 	33 	46,48 	71 	100 &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner, 2016) c. Tingkat Kelas &#13;
Tingkat pengetahuan siswa-siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu terhadap diare dan pencegahannya berdasarkan tingkat kelas dapat dilihat pada tabel 4.12. &#13;
 &#13;
Tabel 4.12 Tingkat Pengetahuan Siswa-Siswi SD Inpres Tomado dan SD  BK 2 Lindu terhadap Diare dan Pencegahannya berdasarkan Tingkat Kelas tahun 2016 &#13;
Pengetahuan &#13;
Responden 		Tingkat Kelas Responden 	Jumlah &#13;
		Kelas 4 	Kelas 5 	Kelas 6 	&#13;
	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% &#13;
Baik 	8 	23,53 	11 	32,35 	15 	44,12 	34 	100 &#13;
Cukup 	15 	40,54 	14 	37,84 	8 	21,62 	37 	100 &#13;
Kurang 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 &#13;
Jumlah 	23 	32,39 	25 	35,22 	23 	32,39 	71 	100 &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner, 2016)  d. Sumber Informasi &#13;
Tingkat pengetahuan siswa-siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu terhadap diare dan pencegahannya berdasarkan sumber informasi dapat dilihat pada tabel 4.13. &#13;
Tabel 4.13 Tingkat Pengetahuan Siswa-Siswi SD Inpres Tomado dan SD   &#13;
BK 2 Lindu terhadap Diare dan Pencegahannya berdasarkan Sumber Informasi tahun 2016 &#13;
Pengetahuan &#13;
Responden 		Sumber Informasi Responden 			Jumlah &#13;
	PK* 	MC* 	KS* 	GP* 	KL* 	TG* 	LL* 	&#13;
	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% &#13;
Baik 	25 	73,53 	0 	0 	0 	0 	6 	17,65 	3 	8,82 	0 	0 	0 	0 	34 	100 &#13;
Cukup 	20 	54,05 	0 	0 	0 	0 	11 	29,73 	6 	16,22 	0 	0 	0 	0 	37 	100 &#13;
Kurang 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 &#13;
Jumlah 	45 	63,38 	0 	0 	0 	0 	17 	23,94 	9 	12,68 	0 	0 	0 	0 	71 	100 &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner,2016) Keterangan : &#13;
PK 	: Petugas Kesehatan (Bidan, Perawat, Dokter) &#13;
MC 	: Media Cetak (Koran, Majalah, Buku) &#13;
KS 	: Kegiatan Setempat (Penyuluhan, Pengajian, Sekolah Minggu) &#13;
GP 	: Guru dan Pelajaran di Sekolah &#13;
KL 	: Keluarga &#13;
TG 	: Tetangga &#13;
LL 	: Lain-Lain  &#13;
e. Riwayat Diare &#13;
Tingkat pengetahuan siswa-siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu terhadap diare dan pencegahannya berdasarkan riwayat diare dapat dilihat pada tabel 4.14 &#13;
Tabel 4.14 Tingkat Pengetahuan Siswa-Siswi SD Inpres Tomado dan SD  BK 2 Lindu terhadap Diare dan Pencegahannya berdasarkan Riwayat Diare tahun 2016 &#13;
Pengetahuan &#13;
Responden 	Riwayat Diare Responden 	Jumlah &#13;
	Pernah 	Tidak Pernah 	&#13;
	N 	% 	N 	% 	N 	% &#13;
Baik 	33 	97,06 	1 	2,94 	34 	100 &#13;
Cukup 	32 	86,49 	5 	13,51 	37 	100 &#13;
Kurang 	0 	0 	0 	0 	0 	0 &#13;
Jumlah 	65 	91,55 	6 	8,45 	71 	100 &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner, 2016) &#13;
4. Tingkat 	Sikap 	tentang 	Diare 	dan 	Pencegahannya 	berdasarkan Karakteritik Responden  a. Usia &#13;
Tingkat sikap siswa siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu terhadap diare dan pencegahannya berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel &#13;
4.15. &#13;
Tabel 4.15 Tingkat Sikap Siswa-Siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 &#13;
Lindu terhadap Diare dan Pencegahannya berdasarkan Usia tahun 2016 &#13;
Pengetahuan &#13;
Responden 				Usia Responden (Tahun) 			Jumlah &#13;
		9 		10 	11 	12 		13 	&#13;
	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% &#13;
Baik 	3 	7,32 	13 	31,70 	9 	21,96 	13 	31,70 	3 	7,32 	41 	100 &#13;
Cukup 	7 	23,34 	8 	26,66 	12 	40 	3 	10 	0 	0 	30 	100 &#13;
Kurang 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 &#13;
Jumlah 	10 	14,08 	21 	29,58 	21 	29,58 	16 	22,53 	3 	4,23 	71 	100 &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner, 2016) b. Jenis Kelamin &#13;
Tingkat sikap siswa-siswi SD inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu terhadap diare dan pencegahannya berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 4.16. &#13;
Tabel 4.16 Tingkat Sikap Siswa-Siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 &#13;
Lindu terhadap Diare dan Pencegahannya berdasarkan Jenis Kelamin tahun 2016 &#13;
Pengetahuan &#13;
Responden 	Jenis Kelamin Responden 	Jumlah &#13;
	Laki-Laki 	Perempuan 	&#13;
	N 	% 	N 	% 	N 	% &#13;
Baik 	22 	53,65 	19 	46,35 	41 	100 &#13;
Cukup 	16 	53,33 	14 	46,67 	30 	100 &#13;
Kurang 	0 	0 	0 	0 	0 	0 &#13;
Jumlah 	38 	53,52 	33 	46,48 	71 	100 &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner, 2016) c. Tingkat Kelas &#13;
Tingkat sikap siswa-siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu terhadap diare dan pencegahannya berdasarkan tingkat kelas dapat dilihat pada tabel 4.17. &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
Tabel 4.17 Tingkat Sikap Siswa-Siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 &#13;
Lindu terhadap Diare dan Pencegahannya berdasarkan Tingkat Kelas tahun 2016 &#13;
Pengetahuan &#13;
Responden 		Tingkat Kelas Responden 	Jumlah &#13;
		Kelas 4 	Kelas 5 	Kelas 6 	&#13;
	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% &#13;
Baik 	11 	26,83 	12 	29,27 	18 	43,90 	41 	100 &#13;
Cukup 	12 	40 	13 	43,33 	5 	16,67 	30 	100 &#13;
Kurang 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 &#13;
Jumlah 	23 	32,39 	25 	35,22 	23 	32,39 	71 	100 &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner, 2016) d. Sumber Informasi &#13;
Tingkat sikap siswa-siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu tentang diare dan pencegahannya berdasarkan sumber informasi dapat dilihat pada tabel 4.18 &#13;
Tabel 4.18 Tingkat Sikap Siswa-Siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 &#13;
Lindu terhadap Diare dan Pencegahannya berdasarkan Sumber Informasi tahun 2016 &#13;
Pengetahuan &#13;
Responden 		Sumber Informasi Responden 			Jumlah &#13;
	PK* 	MC* 	KS* 	GP* 	KL* 	TG* 	LL* 	&#13;
	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% 	N 	% &#13;
Baik 	28 	68,29 	0 	0 	0 	0 	9 	21,96 	4 	9,75 	0 	0 	0 	0 	41 	100 &#13;
Cukup 	17 	56,66 	0 	0 	0 	0 	8 	26,67 	5 	16,67 	0 	0 	0 	0 	30 	100 &#13;
Kurang 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 	0 &#13;
Jumlah 	45 	63,38 	0 	0 	0 	0 	17 	23,94 	9 	12,68 	0 	0 	0 	0 	71 	100 &#13;
Sumber : Data Primer ( Kuesioner, 2016) Keterangan : &#13;
PK 	: Petugas Kesehatan (Bidan, Perawat, Dokter) &#13;
MC 	: Media Cetak (Koran, Majalah, Buku) &#13;
KS 	: Kegiatan Setempat (Penyuluhan, Pengajian, Sekolah Minggu) &#13;
GP 	: Guru dan Pelajaran di Sekolah &#13;
KL 	: Keluarga &#13;
TG 	: Tetangga &#13;
LL 	: Lain-Lain  &#13;
e. Riwayat Diare &#13;
Tingkat sikap siswa-siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu terhadap diare dan pecegahannya berdasarkan riwayat diare dapat dilihat pada tabel 4.19 &#13;
Tabel 4.19 Tingkat Sikap Siswa-Siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 &#13;
Lindu terhadap Diare dan Pencegahannya berdasarkan Riwayat Diare tahun 2016 &#13;
Pengetahuan &#13;
Responden 	Riwayat Diare Responden 	Jumlah &#13;
	Pernah 	Tidak Pernah 	&#13;
	N 	% 	N 	% 	N 	% &#13;
Baik 	38 	92,68 	3 	7,32 	41 	100 &#13;
Cukup 	27 	90 	3 	10 	30 	100 &#13;
Kurang 	0 	0 	0 	0 	0 	0 &#13;
Jumlah 	65 	91,55 	6 	8,45 	71 	100 &#13;
Sumber : Data Primer (Kuesioner, 2016) &#13;
Pembahasan &#13;
1. Tingkat Pengetahuan &#13;
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya. Uji validtas dan reliabilitas kuesioner berasal dari penelitian sebelumnya oleh Victor [2] dengan dengan judul penelitian “Tingkat Pengetahuan dan Sikap Anak usia 9-12 Tahun dalam mencegah diare di SDN Inpres 1 Birobuli”. Adapun kuesioner yang digunakan terdiri dari 8 Buah pertanyaan masing-masing pertanyaan bernilai 1 untuk tiap jawaban yang benar dan 0 untuk jawaban yang salah. Tingkat pengetahuan terbagi dalam 3 kategori yaitu, baik dengan nilai 6-8, cukup dengan nilai 3-5, kurang dengan niali 0-2. Pertanyaan tingkat pengetahuan dalam kuesioner mengenai definisi diare, ciri-ciri dehidrasi akibat diare, penyebab diare, kelompok usia yang sering terkena diare, kegiatan yang dapat menyebabkan diare, cara mencegah diare, pertolongan pertama diare, penanganan diare. &#13;
Dari hasil penelitian mengenai tingat pengetahuan tentang diare dan pencegahannya yang dilakukan terhadap 71 responden di SD Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu terbanyak dalam kategori cukup yakni sebanyak 37 responden dengan presentase 52,11%. Berdasarkan pertanyaan dari kuesioner tingkat pengetahuan siswa-siswi SD Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu responden yang menjawab benar tentang definisi diare sebanyak 54 responden dengan presentase 76,05%, tentang ciri-ciri dehidrasi akibat diare sebanyak 56 responden dengan presentase 78,87%, tentang penyebab diare sebanyak 46 responden dengan presentase 64,78%, tentang kelompok usia yang sering terkena diare sebanyak 46 responden dengan presentase 64,78%, tentang kegiatan yang dapat menyebabkan diare sebanyak 45 responden dengan presentase 63,38%, tentang cara mencegah diare sebanyak 55 responden dengan presentase 77,46%, tentang pertolongan pertama diare sebanyak 30 responden dengan presentase 42,25% dan tentang penanganan diare sebanyak 57 responden dengan presentase 80,28%. Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Victor [2] pada siswa-siswi di SDN Inpres 1 Birobuli didapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuan responden terbanyak pada kategori baik dengan presentase 67,6%. &#13;
Tingkat pengetahuan responden apabila dilihat dari karakteristik responden, umumnya presentase pengetahuan cukup lebih besar dibandingkan dengan pengetahuan baik walaupun antar karakteristik responden tidak memperlihatkan perbedaan yang besar. Untuk usia responden yang memuliki pengetahuan  cukup tentang diare dan pencegahannya tertinggi pada umur 10 tahun sebanyak 14 responden dengan presntase 37,84%. Tingkat pengetahuan yang dikategorikan baik paling banyak pada kategori usia dengan responden terbesar, tingkat pengetahuan yang dikategorikan cukup paling banyak pada kategori dengan responden usia terbesar. Menurut Erfandi [3] usia  berpengaruh terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang, lalu menurut Mochtar [4] usia merupakan salah satu faktor yang dapat mengambarkan kematangan seseorang baik fisik, psikis, maupun sosial, sehingga membantu sesorang dalam pengetahuannya. Semakin bertambah usia, semakin bertambah pula pengetahuan yang didapat. Walaupun secara keseluruhan dari segi umur tidak memperlihatkan perbedaan yang cukup besar, tapi bisa disimpulkan bahwa usia seseorang dapat menjadi faktor yang berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan. &#13;
Berdasarkan jenis kelamin responden yang memiliki pengetahuan cukup tentang diare dan pencegahannya tertinggi pada laki-laki sebanyak 20 responden dengan presentase 54,06%. Tingkat pengetahuan yang dikategorikan baik paling banyak pada jenis kelamin dengan responden terbesar, tingkat pengetahuan yang dikategorikan cukup paling banyak pada jenis kelamin dengan responden terbesar. Jenis kelamin dengan responden terbesar berada pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 38 responden dengan presentase 53,52%. Walaupun secara keseluruhan dari segi jenis kelamin tidak memperilhatkan perbedaan yang cukup besar, tapi bisa disimpulkan bahwa jenis kelamin tidak dapat menjadi faktor yang berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan. &#13;
Berdasarkan tingkat kelas responden yang memiliki pengetahuan cukup tentang diare dan pencegahannya tertinggi pada kelas 4 sebanyak 15 responden dengan presntase 40,54% dan responden yang memiliki pengetahuan baik tentang diare dan pencegahannya tertinggi pada kelas 6 sebanyak 15 responden dengan presntase 44,12 %. Tingkatan kelas mewakili usia dan pengalaman seseorang, semakin banyak usia dan pengalaman seseorang, semakin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Akan tetapi, penelitian ini dapat mengungkapkan adanya keterkaitan tingkatan kelas dengan tingkat penegetahuan tentang diare dan pencegahannya. &#13;
Berdasarkan sumber informasi tentang diare dan pencegahannya kebanyakan responden memperoleh informasi dari tenaga kesehatan (Bidan, Perawat, Dokter) sebanyak 45 responden dengan presentase 63,38%. Berdasarkan tingkat pengetahuan, responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik terbanyak mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan (Bidan, Perawat, Dokter) sebanyak 25 responden dengan presentase 73,53% dan responden yang memiliki tingkat pengetahuan cukup terbanyak mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan (Bidan, Pearawat, Dokter) sebanyak 20 responden dengan presentase 54,05%. Responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik kebanyakan mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan (Bidan, Perawat, Dokter), hal ini menunjukkan bahwa responden mendapatkan informasi paling berkesan tentang diare dan pencegahannya dari tenaga kesehatan (Bidan, Perawat, Dokter) dan kurangnya responden mendapatkan informasi tentang diare dan pencegahannya dari Guru dan pelajaran di sekolah seta keluarga. Tenaga kesehatan (Bidan, Perawat, Dokter) menjadi sumber informasi terbesar responden dalam penelitian ini disebabkan karena petugas puskesmas Lindu setiap bulan mengadakan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat Lindu. &#13;
Berdasarkan riwayat diare, tingkat pengetahuan responden yang memiliki riwayat diare pada umumnya berada pada kategori baik sebanyak 33 responden dengan presntase 97,06% dan responden yang tidak memiliki riwayat diare pada umumnya berada pada kategori cukup sebanyak 5 responden dengan presentase 13,51%. Hal ini menunjukkan pengalaman seseorang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang. &#13;
2. Sikap  &#13;
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya. Uji validtas dan reliabilitas kuesioner berasal dari penelitian sebelumnya oleh Victor [2] dengan dengan judul penelitian “Tingkat Pengetahuan dan Sikap Anak usia 9-12 Tahun dalam mencegah diare di SDN Inpres 1 Birobuli”. Adapun kuesioner yang digunakan terdiri dari 6 Buah pertanyaan masing-masing pertanyaan bernilai 1 untuk tiap jawaban yang benar dan 0 untuk jawaban yang salah. Tingkat pengetahuan terbagi dalam 3 kategori yaitu, baik dengan nilai 5-6, cukup dengan nilai 3-4, kurang dengan niali 0-2.  &#13;
Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dri seseorang terhadap suatu stimulus atau obyek. Sikap dapat dilakukan dalam bentuk perilaku nyata atau dalam perilaku verbal yang dikemukakan seseorang. Sikap tidak dapat diobservasi secara langsung. &#13;
Sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak, dan bukan merupakan pelaksana motif tertentu. Sikap belum merupakan suatu tindakan, akan tetapi merupakan pre-disposisi tindakan suatu perilaku. Sikap masih merupakan reaksi tertutup, bukan merupakan reaksi terbuka atau tingkah laaku yang terbuka. [5]. &#13;
Sikap seseorang terhadap suatu objek atau subjek dapat positif atau negatif. Manifestasi klinis terlihat dari tanggapan seseorang apakah ia menerima atau menolak, setuju atau tidak setuju terhadap objek atau subjek. Sikap tidak sama dengan perilaku dan perilaku tidak selalu mencerminkan sikap seseorang, sebab seringkali terjadi seseorang melakukan tindakan yang bertentangan dengan sikap. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sikap responden tentang diare dan pencegahannya terbanyak pada kategori baik sebanyak 41 responden dengan presentase 57,75%. Berdasarkan perntanyaan dari kuesioner tingkat sikap responden yang menunjukkan respon sikap yang benar sebagai siswa haru tahu cara mencegah diare sebanyak 70 responden dengan presentase 98,59%, respon sikap yang benar sebagai siswa harus tahu cara penyebab diare sebanyak 65 responden dengan presentase 91,54%, respon sikap yang benar tentang pemberian larutan gula dan garam (oralit) sebanyak 36 responden dengan presentase 50,70%, respon sikap yang benar tentang tidak boleh jajan sembarangan agar terhindar dari diare sebanyak 55 responden dengan presentase 77,46%, respon siakp yang benar tentang meminum obat jika terkena diare sebanyak 50 responden dengan presntase 70,42%, respon sikap yang benar tentang dibawa ke dukun jika terkena diare sebanyak 57 responden dengan presentase 80,28%.   &#13;
Berdasarkan usia, respon sikap baik terbanyak pada usia 10 dan 12 tahun sebanyak 13 responden dengan presentase 31,70% dan respon sikap cukup terbanyak pada usia 11 tahun sebanyak 12 responden dengan presentase 40%. Berdasarkan jenis kelamin, respon sikap baik terbanyak pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 22 responden dengan presentase 53,65% dan respon sikap cukup terbanyak pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 16 responden dengan presentase 53,33%. Berdasarkan tingkat kelas, respon sikap baik terbanyak pada kelas 6 sebanyak 18 responden dengan presentase 43,90% dan respon sikap cukup terbanyak pada kelas 5 sebanyak 13 responden dengan  presentase 43,33%. Berdasarkan sumber informasi, respon sikap baik terbanyak pada responden yang mendapatkan sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 28 responden dengan presentase 68,29% dan respon sikap cukup terbanyak pada responden yang mendapatkan sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 17 responden dengan presentase 56,66%. Berdasarkan riwayat diare, respon sikap baik terbanyak pada responden yang memiliki riwayat diare sebanyak 38 responden dengan presentase 92,68% dan respon sikap cukup terbanyak pada responden yang memiliki riwayat diare sebanyak 27 responden dengan presnetase 90%.   &#13;
Jika dilihat secara keseluruhan dari hasil penelitian mengenai sikap tentang diare dan pencegahannya menunjukkan bahwa pada umumnya responden sudah memiliki sikap yang baik. Hal ini sudah sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh victor [2] pada siswa-siswi di SDN Inpres 1 Birobuli didapatkan hasil bahwa tingkat siakp responden terbanyak pada kategori baik dengan presentase 91,2%. Hasil penelitian mempunyai kesamaan bahwa responden pada umumnya memiliki siakp yang baik. Hal ini didukung  oleh tingkat pengetahuan yang cukup dari responden. Secara teori perubahan perilaku atau mengadopsi perilaku baru itu mengikuti tahap-tahap yang meliputi perubahan pengetahuan, perubahan sikap hingga perubahan praktik. Beberapa peneliti telah membuktikan hal tersebut. Namun penelitian lain juga membuktikan hal yang sebaliknya, artinya terdapt seseorang yang telah berperilaku posittif, meskipun pengetahuan dan sikapnya masih negatif.[6]. &#13;
Pengalaman dan penelitian membuktikan pengetahuan yang baik dari seseorang akan mempengaruhinya untuk bersikap yang baik. Namun sikap yang baik terhadap nilai-nilai kesehatan tidak selalu terwujud dalam suatu tindakan yang nyata. Hal ini disebabkan beberapa alasan, yaitu sikap terwujud dalam suatu tindakan yang nyata yang tergantung pada situasi saat itu, mengacu pula pada pengalaman orang lain dan pada banyak atau tidaknya pengalaman seseorang. Sikap yang utuh tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi pikiran, keyakinan dan emosi memegang peranan penting,  faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan sikap adalah pengalaman pribadi atau kebiasaan orang lain yang dianggap penting.  &#13;
KESIMPULAN &#13;
1.	Tingkat pengetahuan siswa-siswi SDN Inpres Tomado dan SD BK 2 Lindu terhadap diare dan pencegahannya pada kategori baik sebanyak 34 responden dengan presentase 47</note>
 <note type="statement of responsibility">ASHAR RANDY ADIL  N 101 12 135</note>
 <subject authority="">
  <topic>DIARE</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>N 101 12 135  ADI t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">SKD2016358</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>N 101 12 135  ADI t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1929</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-10-10 13:33:06</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-10-10 13:33:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>