<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="263">
 <titleInfo>
  <title>Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keteraturan Minum Obat Penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji tahun 2012</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitrah Anissa I. Balengge</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Palu</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi Kedokteran</form>
  <extent>XV,52HLM;29CM</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
LatarBelakang : Tuberkulosis paru (TB paru) adalah suatu penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Angka kesembuhan TB paru untuk Sulawesi Tengah tahun 2008 sebesar 80,71% dan kasus gagal sebesar 1,13%. Salah satu penyebab terjadinya kasus gagal adalah ketidakteraturan minum obat dari penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keteraturan minum obat penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kamonji tahun 2012.&#13;
Metode : Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan jumlah subjek yang diteliti sebanyak 26 penderita dan metode pengambilan sampel yang digunakan ialah purposive sampling.&#13;
Hasil : Hasil penelitian menunjukan satu variable mempunyai hubungan bermakna pada tingkat kepercayaan 95% yaitu variable pengawas minumobat (PMO) dengan p=0,047 dan dua variable tidak mempunyai hubungan yaitu efek samping obat (ESO) p= 0,081dan jarak p=0,474.&#13;
Kesimpulan : Terdapat satu variabel yang mempunyai hubungan yang bermakna yaitu pengawas minum obat (PMO) dan dua variable tidak mempunyai hubungan yaitu efek samping obat (ESO) dan jarak rumah ke Puskesmas.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci : ketidakteraturan, TB paru. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Fitrah Anissa I. Balengge</note>
 <subject authority="">
  <topic>TUBERKOLUSIS</topic>
 </subject>
 <classification>614.24</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>616.24 BAL f</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">SKD1300022</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>616.24 BAL f</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>263</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2013-03-26 10:34:58</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2013-03-26 10:39:43</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>