<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2774">
 <titleInfo>
  <title>ASUHAN KEPERAWATAN  JIWA DENGAN   TERAPI   OKUPASI:</title>
  <subTitle>KERAJINAN TANGAN UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI PASIEN DI RSUD MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Inceloga, Yulin N 210 15 028</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Fakultas Kedokteran Untad</placeTerm>
   <publisher>Studi D-III Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Buku Teks</form>
  <extent>xi, 80 hlm.: ilus.; 30 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Asuhan Keperawatan Jiwa Dengan Terapi Okupasi: Kerajinan Tangan Untuk Meningkatkan Harga Diri Pasien di RSUD Madani Provinsi &#13;
Sulawesi Tengah &#13;
Yulin Inceloga (2018)&#13;
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako&#13;
Ns. Hj. Andi Saifah, M.Kep.Sp. Kep. Kom ; Muthi’ah Al Idrus, S.Kep, Ns&#13;
Kata Kunci: Terapi Okupasi, Kerajinan Tangan, Harga Diri, &#13;
Asuhan Keperawatan Jiwa&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
Gangguan jiwa dengan harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri. Menurut WHO (2016), jumlah penderita gangguan jiwa di Indonesia saat ini adalah 236 juta orang. Terapi okupasi dapat diperkenalkan kepada pasien gangguan jiwa selain meningkatkan persepsi dirinya tentang kemampuan yang ia miliki juga dapat memberikan suatu hubungan positif baru antara pasien dengan keluarga dan tenaga kesehatan. Desain penelitian studi kasus menggunakan dua subyek yang mengalami masalah yang sama (harga diri rendah) dengan pendekatan asuhan keperawatan yang berfokus pada intervensi terapi okupasi: kerajinan tangan untuk meningkatkan harga diri pasien. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pemberian terapi okupasi mampu meningkatkan harga diri pasien dimana pasien mampu untuk berinteraksi dengan perawat dan menyelesaikan keterampilan membuat bunga dari tissue dengan baik. Disarankan kepada rumah sakit agar dapat menigkatkan terapi-terapi psikosial untuk meningkatkan kemampuan interaksi pasien-pasien dengan masalah interaksi dan konsep diri.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Yulin Inceloga</note>
 <subject authority="">
  <topic>Keperawatan</topic>
 </subject>
 <classification>610.73</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>610.73 INC a Laporan Akhir 2018</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">L-N21015028</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>610.73 INC a Laporan Akhir 2018</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2774</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-04 13:19:25</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-04 13:56:39</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>