<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="295">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IRNI PRIHANDHINY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Palu</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi Kedokteran</form>
  <extent>xv,44hlm;29cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Latar belakang: Air minum beroksigen dalam dunia olahraga diyakini dapat meningkatkan kembali stamina fisik para atlit setelah lelah berolahraga dan meningkatkan kapasitas oksigen yang dibawa oleh darah. Peningkatan stamina fisik dan peningkatan kapasitas oksigen terjadi apabila ketahanan kardio-respirasi pada tubuh berlangsung dengan baik. Sesuai pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa air minum beroksigen dapat meningkatkan ketahanan kardiorespirasi, walaupun hal ini masih sangat kontroversial.&#13;
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman beroksigen dibandingkan dengan plasebo terhadap nilai konsumsi oksigen maksimal (VO2 maks).&#13;
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan uji klinis acak tersamar ganda paralel dengan matching. Subyek penelitian adalah siswa laki-laki SMA Negeri 1 Palu yang berumur 15-18 tahun (n=40) yang dibagi menjadi 2 kelompok: kelompok minuman beroksigen (n=20) dan kelompok plasebo (n=20). Analisis data menggunakan SPSS versi 16.&#13;
Hasil: Nilai VO2 maks pada plasebo adalah 535.380 ml/kg/menit, nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan nilai VO2 maks pada kelompok minuman beroksigen yaitu, 524.670 ml/kg/menit. Hasil uji statistik memperlihatkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai VO2 maks pada kedua kelompok tersebut. (p &gt; 0.05).&#13;
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai VO2 maks antara kelompok yang diberi air oksigen dibandingkan dengan kelompok yang diberi plasebo.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Konsumsi oksigen maksimal (VO2 Maks), Air minum beroksigen&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">IRNI PRIHANDHINY</note>
 <subject authority="">
  <topic>MINUMAN - ASPEK KESEHATAN</topic>
 </subject>
 <classification>613.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>613.3 PRI p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">SKM1300056</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>613.3 PRI p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>295</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2013-04-24 10:11:14</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2013-04-24 10:14:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>