<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3113">
 <titleInfo>
  <title>ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN PENERAPAN TERAPI PSIKORELIGIUS (DZIKIR) PADA PASIEN RESIKO PERILAKU KEKERASAN DI RUMAH SAKIT UMU DAERAH MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wijaya,Reza N 21016023</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Fakultas Kedokteran Untad</placeTerm>
   <publisher>Studi D-III Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Buku Teks</form>
  <extent>x, 151 hlm.,: ilus.; 30 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Asuhan Keperaawatan Jiwa Dengan penerapan Terapi Psikoreligius (Dzikir) pada Pasien Resiko Perilaku Kekerasan Untuk Mengontrol Tanda dan Gejala Resiko Perilaku Kekerasan&#13;
&#13;
REZA WIJAYA (2020)&#13;
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako&#13;
Kata kunci :Asuhankeperawatan,Terapi psikoreligius (Dzikir), Resiko perilaku kekerasan.&#13;
&#13;
	Masalah keperawatan jiwa yang dapat menyebabkan resiko mencederai diri sendiri, pasien lain atau lingkungan adalah resiko perilaku kekerasan. Tujuan studi kasus adalah penerapan terapi psiko religious dalam mencegah perilaku kekerasan. Desain penelitian adalah studi kasus dengan subjek dua pasien yang sama mengalami resiko perilaku kekerasan. Fokus intervensi berupa dzikir Alhamdulillah, Subhanallah, Astaghfirullaahal’adziim yang dilakukan 3 kali sehari selama 10-15 menit setelah melalui strategi pelaksanaan 1 sampai strategi pelaksanaan 3. Hasil penelitian pada kedua pasien menunjukkan delapan kali terapi spiritual dzikir dapat mengurangi frekuensi munculnya tanda dan gejala resiko perilaku kekerasan seperti tangan mengepal, wajah tegang, marah marah, pandangan tajam sedangkan pada pasien 2 lebih lambat karena terdapat halusinasi. Kesimpulan Terapi spiritual dapat mencegah terjadi perilaku kekerasan pada kedua pasien. Pada perawat jika akan melakukan terapi dzikir di sarankan mengatasi halusinansi terlebih dahulu jika ada.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Reza Wijaya</note>
 <subject authority="">
  <topic>Keperawatan</topic>
 </subject>
 <classification>610.73</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>610.73 WIJ a Laporan Akhir 2020</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">L-N 21016023</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>610.73 WIJ a Laporan Akhir 2020</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3113</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-05 10:50:46</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-09 12:36:14</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>