<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3114">
 <titleInfo>
  <title>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN TERAPI OKUPASI UNTUK MENGENDALIKAN HALUSINASI &#13;
PADA PASIEN GANGGUAN JIWA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cahyani, Pramesti Regita N 210 15 085</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Fakultas Kedokteran Untad</placeTerm>
   <publisher>Studi D-III Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Buku Teks</form>
  <extent>xiv, 123 hlm.: ilus.; 30 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Terapi Okupasi Untuk &#13;
Mengendalikan Halusinasi Pada Pasien Gangguan Jiwa &#13;
Di Desa Tinggede Provinsi Sulawesi Tengah&#13;
&#13;
Pramesti Regita Cahyani (2020)&#13;
Program studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako&#13;
Ns Andi Saifah, M.Kep,Sp,Kep.Kom &#13;
&#13;
Kata Kunci : Terapi Okupasi, Halusinasi, Keluarga. &#13;
Masalah keperawatan yang paling banyak terjadi adalah halusinasi. Keluarga sangat perlu dilibatkan dalam pemulihan halusinasi. Tujuan penelitian mendeskripsikan asuhan keperawatan keluarga dengan terapi okupasi untuk mengendalikan halusiansi pada pasien gangguan jiwa. Desain penelitian studi kasus menggunakan subyek, 2 keluarga (2 kasus) dengan anggota  keluarganya yang mengalami masalah yang sama (penerapan terapi okupasi untuk mengendalikan halusinasi). Hasil studi kasus menunjukan bahwa terapi okupasi atau melakukan kegiatan aktivitas  sehari-hari untuk mengisi waktu luang yang dilakukan selama 2 minggu dengan kunjungan selama 6 kali dapat membantu kedua pasien untuk mengendalikan halusinasi, yaitu meliputi dari menyiapkan alat, kemudian membersihakan bagian yang berdebu, menyapu dan mengepel lantai, merapikan tempat tidur hingga mencuci piring. Ny. M mempunyai motivasi dan berkeingin cepat sembuh karena Ny.M lebih antusias dalam melakukan terapi okupasi, sedangkan Ny.L kurang antusias sehingga hasil yang didapatkan belum secara maksimal. Kesimpulan penelitian adalah pemberian terapi okupasi tentang kegiatan rumah tangga dapat menurunkan frekuensi halusinasi, disarankan kepada keluarga untuk  melanjutkan terapi okupasi tersebut.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Pramesti Regita cahyani</note>
 <subject authority="">
  <topic>Keperawatan</topic>
 </subject>
 <classification>610.73</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>610.73 CAH a Laporan Akhir 2020</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">L-N21015085</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>610.73 CAH a Laporan Akhir 2020</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3114</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-05 11:12:23</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-30 13:04:17</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>