<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3158">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN LAMA SAKIT TERHADAP DERAJAT KURANG PENDENGARAN PADA PASIEN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK DI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2020</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Saranga, Jesaya D. I. N 101 17 069</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Fakultas Kedokteran Untad</placeTerm>
   <publisher>Studi Pendidikan Dokter</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Buku Teks</form>
  <extent>xi, 28 hlm,: ilus.; 30 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>“HUBUNGAN LAMA SAKIT TERHADAP DERAJAT KURANG PENDENGARAN PADA PASIEN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK DI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2020”&#13;
Jesaya D. I. Saranga*, Christin Rony Nayoan**&#13;
&#13;
*Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako&#13;
**Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako/KSM THT-KL RSUD Undata Palu&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
Latar Belakang: Otitis media supuratif kronik (OMSK) adalah peradangan kronis pada rongga telinga tengah dengan keluarnya cairan berulang melalui perforasi membran timpani untuk jangka waktu tiga bulan atau lebih. Beberapa perubahan patologi dan peradangan yang terjadi pada telinga bagian tengah dapat   menghasilkan efusi dan kolesteatoma yang mengganggu mekanik konduksi gelombang suara yang dapat menurunkan fungsi pendengaran. Beban global penyakit OMSK bervariasi antara 1 dan 46%, dengan prevalensi sekitar 4% atau lebih menunjukkan adanya masalah kesehatan masyarakat yang perlu diperhatikan. Indonesia mempunyai prevalensi OMSK yang tinggi yaitu 3,9%.	            Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional     									             Hasil: Penelitian ini menggunakan 32 sampel dari data rekam medik pasien OMSK di RSUD Undata Palu pada tahun 2019-2020. Hasil yang didapatkan setelah melakukan analisis data dengan uji Chi-square adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama sakit terhadap derajat kurang pendengaran pasien otitis media supuratif kronik dengan nilai p= 0,198 (&gt;0,005). OMSK dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yang berkaitan satu dengan yang lain sehingga derajat kurang pendengaran dapat berbeda tiap individu. Hasil penelitian juga menunjukkan usia yang paling banyak menderita OMSK adalah pada orang dewasa (78,13%) dan jenis kelamin yang paling banyak yaitu pada perempuan (65,63%).                	     						    Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama sakit terhadap derajat kurang pendengaran pasien otitis media supuratif kronik. &#13;
Kata Kunci: OMSK, Gangguan Pendengaran, Audiometri&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Jesaya D.i. Saranga</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kedokteran</topic>
 </subject>
 <classification>610</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>610 SAR h Skripsi 2020</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S-N10117069</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>610 SAR h Skripsi 2020</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3158</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-12-21 13:09:39</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-21 13:11:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>