<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3183">
 <titleInfo>
  <title>Efek Antipiretik Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill) pada Tikus (Rattus norvegicus,. L) Galur Wistar</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dwi Putra, Muh Wahyu N 101 17 011</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Fakultas Kedokteran Untad</placeTerm>
   <publisher>Studi Pendidikan Dokter</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Buku Teks</form>
  <extent>xiv, 56 hlm.: ilus.; 30 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Efek Antipiretik Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill.) pada Tikus (Rattus norvegicus L,.) Galur Wistar&#13;
Muh Wahyu Dwi Putra*, Christin Rony Nayoan**, ***&#13;
* Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako&#13;
** Departemen THT-KL, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Indonesia&#13;
*** Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Indonesia&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
Pendahuluan: Demam merupakan gejala dari suatu penyakit yang ditandai dengan suhu rektal ≥38,0°C, suhu mulut ≥37,5°C, atau suhu aksila ≥ 37,2°C. Untuk mengurangi dampak negatif  maka demam perlu diobati dengan  antipiretik. Daun alpukat memiliki kandungan antioksidan yang tinggi seperti saponin dan flavonoid namun pemanfaatan daun alpukat (Persea americana Mill.) sebagai antipiretik masih bisa diperdebatkan.&#13;
&#13;
Tujuan: Untuk mengetahui efek antipiretik pada tikus (Rattus norvegicus L,) galur wistar jantan yang diinduksi vaksin DPT-HB-Hib dengan pemberian ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill.). &#13;
&#13;
Metode: Jenis penelitian yaitu quasi eksperimental laboratorium. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif dengan Na-CMC, kelompok positif dengan paracetamol, kelompok uji dengan ekstrak daun alpukat masing-masing dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% dengan jumlah tikus setiap kelompok yaitu 7 ekor. &#13;
&#13;
Hasil: Terdapat peningkatan yang signifikan suhu tikus pada kelompok Na-CMC dari suhu awal 37,82oC menjadi 38,42oC (p = 0,001), Paracetamol yaitu adanya penurunan suhu yang signifikan yaitu dari suhu awal 37,83oC menjadi 36,83oC (p= 0,001), kelompok ekstrak 5% daun alpukat menunjukkan adanya penurunan yang signifikan yaitu dari suhu awal 38,09oC menjadi 37,70 oC (p= 0,01), ekstrak 10% daun alpukat menunjukkan peningkatan suhu yang signifikan yaitu dari suhu 38,37 oC menjadi 38,44 oC (p= 0,003), ekstrak 20% daun alpukat tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai p = 0,167 (P&gt; 0,05). &#13;
&#13;
Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun alpukat dengan konsentrasi 5% memberikan hasil yang lebih baik dengan nilai signifikan terhadap kelompok Na-CMC, Esktrak 10% dan 20 % daun alpukat dengan nilai p</note>
 <note type="statement of responsibility">Muh Wahyu Dwi Putra</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kedokteran</topic>
 </subject>
 <classification>610</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>610 DWI e Skripsi 2020</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S-N10117011</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>610 DWI e Skripsi 2020</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3183</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-13 11:12:41</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-13 11:13:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>