<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3185">
 <titleInfo>
  <title>Efektivitas Lidocain Dibandingkan Efedrin sebagai Dekongestan Topikal</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khaidir Anjar, Muh Azrief N 101 17 070</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Fakultas Kedokteran Untad</placeTerm>
   <publisher>Studi Pendidikan Dokter</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Buku Teks</form>
  <extent>xiv,  44 hlm.: ilus.; 30 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Latar Belakang : Dekongestan merupakan obat yang digunakan untuk mengurangi kongesti hidung dan sinus paranasal, serta mengurangi volume jaringan mukosa edematosa dan sekresi lendir. Efedrin merupakan dekongestan yang sering di gunakan terutama pada obat flu. Anestesi topikal yang paling umum digunakan untuk tindakan naso/oropharyngeal adalah lidokain. Anestesi lokal topikal dan dekongestan biasanya digunakan pada lubang hidung untuk mengurangi rasa sakit pada hidung dan untuk memperluas bidang pandang. &#13;
Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas lidokain dibandingkan efedrin sebagai dekongestan topikal.&#13;
Metode : Jenis penelitian ini bersifat quasi eksperimental. Sampel pada penelitian ini sebanyak 12 orang ( pada 2 rongga hidung ) yang dipilih secara acak berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria ekslusi yang telah di tentukan. Peneliti membagi sampel menjadi 2 kelompok perlakuan yaitu kelompok lidokain dan kelompok efedrin. &#13;
Hasil : Tidak terdapat perbedaan efektivitas pada pemberian lidokain sebelum dan sesudah yaitu 0.059 (p&gt;0.05), pada pemberian efedrin didapatkan 0.002 (p</note>
 <note type="statement of responsibility">Muh Azrief Khaidir Anjar</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kedokteran</topic>
 </subject>
 <classification>610</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>610 KHA e Skripsi 2020</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S-N10117070</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>610 KHA e Skripsi 2020</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3185</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-13 11:22:38</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-13 11:23:05</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>