<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3667">
 <titleInfo>
  <title>Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hasan P 101 17 262</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher>Studi Kesehatan Masyarakat</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Buku Teks</form>
  <extent>xx, 88 hlm.: ilus.; 30 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
HASAN : Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu (di bawah bimbingan Herman)&#13;
Peminatan Promosi kesehatan&#13;
Program Studi Kesehatan Masyarakat&#13;
Universitas Tadulako&#13;
Juli 2021&#13;
&#13;
Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting cukup tinggi yaitu sebesar 38,6% dan menempati urutan ke-5 di dunia, dampak buruk stunting diantaranya gangguan perkembangan otak, kemampuan kognitif berkurang, gangguan pertumbuhan fisik, penurunan imunitas tubuh sehingga mudah sakit. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palu data stunting di setiap puskesmas yang berada di Kota Palu tahun 2019 data kasus stanting terbanyak terdapat di puskesmas Sangurara, yaitu berjumlah 439 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Sangurara Kota Palu. Metode  penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi berjumlah 6176 balita dan jumlah sampel sebanyak 99 orang diambil melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner,  data di analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan nilai α</note>
 <note type="statement of responsibility">Hasan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>KESEHATAN MASYARAKAT</topic>
 </subject>
 <classification>614</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>614 HAS f Skripsi 2021</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S-P10117262</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>614 HAS f Skripsi 2021</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3667</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-05-31 12:13:48</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-31 12:14:07</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>