No image available for this title

Skripsi Kedokteran

EFEKTIVITAS WOUND DRESSING GEL EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) TERHADAP PEMBENTUKAN KOLAGEN DALAM PENYEMBUHAN LUKA BAKAR TIKUS WISTAR JANTAN (RATTUS NORVEGICUS)



EFEKTIVITAS WOUND DRESSING GEL EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) TERHADAP PEMBENTUKAN KOLAGEN DALAM PENYEMBUHAN LUKA BAKAR TIKUS WISTAR JANTAN (Rattus norvegicus)

Muhammad Mumtazmahal Al-fathonah1, William A. Sutanto2, Ryka Marina Walanda3 , Asrawati Sofyan4 , Junjun Fitriani5

1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2 Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
5Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako

ABSTRAK

Latar Belakang: Luka bakar adalah kondisi rusakya jaringan organik kulit akibat paparan termal. Menurut Riskesdas (2018), angka kejadian luka bakar pada tahun 2018 sebanyak 1.701 kasus. Lamanya waktu penyembuhan dan metode penanganan yang kurang tepat menjadi penyebab tingginya angka mortalitas kejadian luka bakar. Penggunaan Bioplacenton sebagai obat konvensional luka bakar menimbulkan masalah karena harga relatif mahal, keterbatasan kesediaan, serta menuai pro-kontra terkait kehalalannya. Daun kelor dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengobatan luka bakar karena mengandung metabolisme sekunder seperti flavonoid, saponin, tannin, dan alkaloid yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Besarnya potensial alam yang dimiliki juga menjadi salah satu unggulan dalam pemanfaatan daun kelor.
Tujuan: Mengetahui efektivitas wound dressing gel ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap pembentukan kolagen dalam penyembuhan luka bakar tikus wistar jantan (Rattus Norvegicus).
Metode: Penelitian menggunakan desain quasi eksperimental secara in vivo kategori post control group design dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 15 tikus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi terbagi dalam 5 kelompok, yakni kelompok kontrol positif (Bioplacenton), kelompok kontrol negatif (Basis gel), Kelompok perlakuan esktrak kelor 10%, 20%. Dan 40%.
Hasil: Analisis data didapatkan hasil uji Saphiro-Wilk menunjukkan nilai sig>0.05 yang artinya data terdistribusi normal, kemudian dilanjutkan uji Oneway Anova didapatkan nilai sig>0,05 dengan hasil menunjukkan tidak terdapat nilai signifikansi antarkelompok sehingga uji post hoc tidak perlu dilakukan.
Kesimpulan: Pemberian gel ekstrak daun kelor tidak memberikan efektivitas yang signifikan terhadap pembentukan kepadatan kolagen dalam penyembuhan luka bakar pada hewan coba.

Kata Kunci: Daun Kelor, Luka Bakar, Gel Ekstrak Kelor.


Ketersediaan

S-N10121099610 ALF a Skripsi 2024My LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
610 ALF a Skripsi 2024
Penerbit Studi Pendidikan Dokter : Fakultas Kedokeran Untad.,
Deskripsi Fisik
xvii, 70 hlm,: ilus.; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
610
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this