Detail Cantuman
Advanced Search
Skripsi Kedokteran
HUBUNGAN KADAR KREATININ SERUM DENGAN KADAR LEUKOSIT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE-2 DI RSUD UNDATA KOTA PALU TAHUN 2021-2024
HUBUNGAN KADAR KREATININ SERUM DENGAN KADAR LEUKOSIT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE-2 DI RSUD UNDATA KOTA PALU TAHUN 2021-2024
Michael Yesaya Patola1, Tri Setyawati2, Haerani Harun3, Devi Oktaviani2
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
e-mail : michaelp4tola@gmail.com
ABSTRAK
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia dan menjadi salah satu penyebab utama komplikasi Gagal Ginjal Kronik (GGK). Hiperglikemia persisten pada pasien DM memicu stres oksidatif dan peradangan kronis yang memperburuk kerusakan fungsi ginjal. Kerusakan ini ditandai dengan gangguan filtrasi yang meningkatkan kadar kreatinin serum, serta adanya respon inflamasi sistemik yang dapat terdeteksi melalui peningkatan jumlah leukosit
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar kreatinin serum dengan jumlah leukosit pada pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) dengan komorbid Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) di RSUD Undata Kota Palu.
Metode: Penelitian observasional analitik ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 46 pasien GGK dengan DM Tipe 2 yang diambil menggunakan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data sekunder berupa kadar kreatinin dan jumlah leukosit diperoleh dari rekam medis. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil: Rata-rata kadar kreatinin serum pasien adalah 5,1 mg/dL dan rata-rata jumlah leukosit adalah 13,1 ribu/µL. Mayoritas pasien (93,5%) memiliki kadar kreatinin tinggi dan 69,6% memiliki kadar leukosit tinggi. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p-value = 0,165 dan r = 0,208
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar kreatinin serum dengan jumlah leukosit pada pasien GGK dengan DM Tipe 2 di RSUD Undata Kota Palu. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kreatinin tidak selalu diikuti dengan kenaikan leukosit secara statistik pada populasi ini.
Kata kunci: Gagal Ginjal Kronik, Diabetes Melitus Tipe 2, Kreatinin Serum, Jumlah Leukosit, Inflamasi
Ketersediaan
| S-N10122093 | 610 PAT h Skripsi 2025 | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
610 PAT h Skripsi 2025
|
| Penerbit | Studi Pendidikan Dokter : Fakultas Kedokteran Untad., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
xvi, 65 hlm,: ilus.; 30 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
610 PAT h
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
MICHAEL YESAYA PATOLA
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






