Detail Cantuman
Advanced Search
Skripsi Kedokteran
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oliefera) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) MODEL ANEMIA TERINDUKSI FORMALIN
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oliefera) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS GALUR WISTAR (Rattus Norvegicus) MODEL ANEMIA TERINDUKSI FORMALIN
Rizqi Adnad Dzaky1, Nur Syamsi2, Haerani Harun3, Junjun Fitriani2
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan hemoglobin sehingga kapasitas pengangkutan oksigen tidak mencukupi kebutuhan fisiologis. Salah satu penyebab anemia adalah paparan zat formalin. Paparan formalin menimbulkan aldehida reaktif yang merusak sel-sel hematopoietik, sehingga menyebabkan kegagalan sumsum tulang dan gangguan regulasi hemoglobin. Daun Kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan zat besi, asam amino, vitamin c, serta senyawa antioksidan yang berperan dalam proses hematopoiesis dan peningkatan kadar hemoglobin.
Tujuan : Mengetahui pengaruh ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar hemoglobin pada tikus galur wistar (Rattus norvegicus) terinduksi formalin.
Metode : Penelitian ekaperimental dengan rancangan post test with control group menggunakan 18 ekor tikus putih galur wistar jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok: Kelompok perlakuan (Ekstrak daun kelor 400 mg), kelompok positif (vitamin c), dan kelompok negatif (aquades). Parameter yang diamati adalah kadar hemoglobin. Analisis data menggunakan uji Oneway ANOVA.
Hasil : Rerata kadar hemoglobin pada kelompok perlakuan adalah 10,275±1,48 mg/dl, kelompok kontrol positif 9,525±0,49 mg/dl, dan kelompok kontrol negatif 9,575±2,68 mg/dl.Hasil uji Oneway ANOVA menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan antar kelompok (P=0,808).
Kesimpulan : Pemberian ekstrak daun kelor dosis 400 mg/KgBB tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar hemoglobin tikus yang terinduksi formalin secara statistik. Namun, secara klinis terdapat kecenderungan peningkatan rerata kadar hemoglobin pada kelompok perlakuan.
Kata Kunci : Anemia, Hemoglobin, Formalin, dan Daun kelor
Ketersediaan
| S-N10122079 | 610 DZA p Skripsi 2025 | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
610 DZA p Skripsi 2025
|
| Penerbit | Studi Pendidikan Dokter : Fakultas Kedokteran Untad., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
xv, 58 hlm,: ilus.; 30 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
610 DZA p
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Rizqi Adnad Dzaky
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






