No image available for this title

Skripsi Kedokteran

PENGARUH PRAKTIK SLEEP HYGIENE DENGAN MEDIATOR KUALITAS TIDUR TERHADAP KESEHATAN MENTAL MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO



PENGARUH PRAKTIK SLEEP HYGIENE DENGAN MEDIATOR KUALITAS TIDUR TERHADAP KESEHATAN MENTAL MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Putu Inggried Lakshmy Prahastyalokha*, Jane Mariem Monepa**, Ressy Dwiyanti***, Rahma Badaruddin****
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
****Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Gangguan kualitas tidur dan kesehatan mental merupakan masalah yang banyak dialami mahasiswa, terutama mahasiswa kedokteran yang memiliki tekanan akademik tinggi. Sleep hygiene yang buruk berkontribusi terhadap penurunan kualitas tidur, yang pada akhirnya berdampak negatif pada kesehatan mental seperti stres dan kecemasan. Tingginya prevalensi gangguan tidur dan kesehatan mental pada usia 15–24 tahun menunjukkan bahwa masalah ini merupakan isu penting yang berdampak pada kesejahteraan dan produktivitas akademik mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh praktik sleep hygiene terhadap kesehatan mental mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako dengan mempertimbangkan kualitas tidur sebagai mediator. Metode penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dan dengan rancangam cross-sectional. Sampel penelitian berjumalh 184 mahasiswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari Sleep Hygiene Index (SHI) untuk mengukur tingkat praktik kebiasaan Sleep Hygiene, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur, dan General Health Questionnaire 12 (GHQ-12) untuk mengukur kesehatan mental. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan pendekatan multiple regression. Hasil dari penelitian ini menunjukkan mayoritas responden menerapkan praktik sleep hygiene yang buruk yaitu 93 (50,5%), sebagian besar mahasiswa memiliki kualitas tidur buruk (89,7%), dan sebanyak 89,7% terindikais mengalami distress psikologi. Berdasarkan hasil analisis multiple regression menunjukkan hubungan yang signifikan antara praktik sleep hygiene dan kualitas tidur terhadap kesehatan mental (p < 0,01; r = 0,056). Hubungan yang signifikan antara praktik sleep hygiene dan kualitas tidur terhadap kesehatan mental menunjukkan peran penting penerapan sleep hygiene dalam menjaga kualitas dan kesehatan mental.

Kata Kunci: Sleep hygiene, kualitas tidur, kesehatan mental, mahasiswa Kedokteran, SHI, PSQI, GHQ-12


Ketersediaan

S-N10122061610 LAK p Skripsi 2025My LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
610 LAK p Skripsi 2025
Penerbit Studi Pendidikan Dokter : Fakultas Kedokteran Untad.,
Deskripsi Fisik
xvii, 114 hlm,: ilus.; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
610 LAK p
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this