Detail Cantuman
Advanced Search
Skripsi Kedokteran
PERBEDAAN HASIL ANTARA PEMERIKSAAN METODE KATO-KATZ DAN SEDIMENTASI FORMOL-ETHER (RITCHIE) DALAM MENGIDENTIFIKASI STADIUM TELUR SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH)
Perbedaan Hasil Antara Pemeriksaan Metode Kato Katz dan Sedimentasi Formol-Ether (Ritchie) Dalam Mengidentifikasi Stadium Telur Soil Transmitted Helminths (STH)
Ayu Aura Agustin1, Vera Diana Towidjojo2, Haerani Harun3, Devi Oktafiani2
1 Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2 Department Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3 Department Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
Email : yuauraa@gmail.com
ABSTRAK
Latar belakang: Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan infeksi parasit yang masih menjadi masalah kesehatan di wilayah dengan sanitasi buruk. Ketepatan identifikasi telur STH dipengaruhi oleh metode pemeriksaan. Kato-Katz merupakan teknik kuantitatif untuk menilai intensitas infeksi sedangkan Sedimentasi Formol–Ether (Ritchie) adalah teknik kualitatif berbasis pemekatan. Perbedaan prinsip kedua metode ini dapat menghasilkan variasi temuan telur STH.
Tujuan: Mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan antara metode Kato-Katz dan metode Sedimentasi Formol–Ether (Ritchie) dalam mengidentifikasi stadium telur STH.
Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 60 sampel feses yang diperiksa menggunakan kedua metode. Hasil identifikasi telur STH dikategorikan menjadi rendah (1–20 telur), sedang (21–40 telur), dan tinggi (≥41 telur). Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan hasil kedua metode.
Hasil: Pada kedua metode sampel 100% positif STH. Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura terdeteksi sedangkan Hookworm tidak ditemukan. Metode Kato-Katz menunjukkan proporsi kategori tinggi yang lebih besar, yaitu pada A. lumbricoides 45% dan pada T. Trichiura 26,7%. Sebaliknya, metode Sedimentasi Formol–Ether (Ritchie) lebih banyak menghasilkan kategori rendah, yaitu pada A. lumbricoides 50% dan pada T. Trichiura 58,3%. Total STH metode Kato-Katz menunjukkan 58,3% kategori tinggi sedangkan Sedimentasi Formol–Ether (Ritchie) mendeteksi 63,3% kategori rendah. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua metode (p < 0,001).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan antara metode Kato-Katz dan metode Sedimentasi Formol–Ether (Ritchie) dalam pemeriksaan stadium telur STH yaitu (p
Ketersediaan
| S-N10122125 | 610 AGU h Skripsi 2025 | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
610 AGU p Skripsi 2025
|
| Penerbit | Studi Pendidikan Dokter : Fakultas Kedokteran Untad., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
xix, 81 hlm,: ilus.; 30 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
610 AGU p
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
AYU AURA AGUSTIN
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






