Detail Cantuman
Advanced Search
Skripsi Kedokteran
PERBANDINGAN JENIS LARUTAN FIKSASI NBF 10% DAN METANOL TERHADAP MORFOLOGI SEL EPITEL UTERUS DI LABORATORIUM SEDERHANA
PERBANDINGAN JENIS LARUTAN FIKSASI NBF 10% DAN METANOL TERHADAP MORFOLOGI SEL EPITEL UTERUS DI LABORATORIUM SEDERHANA
Nasywa1, Gina Andyka Hutasoit2, Tri Setyawati3, Vera Diana Towidjodjo4
1Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Fiksasi merupakan tahap krusial dalam pembuatan preparat histologi untuk mempertahankan morfologi jaringan dan mencegah autolisis. Neutral Buffered Formalin (NBF) 10% merupakan fiksatif yang paling umum digunakan, namun metanol sebagai alternatif perlu dieksplorasi penggunaannya di laboratorium sederhana.
Tujuan: Mengetahui perbandingan kualitas morfologi sel epitel uterus menggunakan larutan fiksasi NBF 10% dan metanol di laboratorium sederhana.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan pendekatan quasi experimental post-test only control group design. Sampel penelitian adalah 40 preparat histopatologi dari jaringan uterus segar dengan kondisi adenomiosis yang diperoleh dari teknik total sampling pada pasien yang menjalani histerektomi adenomiosis. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 20 preparat difiksasi dengan NBF 10% dan 20 preparat dengan metanol. Penilaian kualitas morfologi dilakukan berdasarkan warna inti sel, sitoplasma, dan membran sel menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 10x dan 40x.
Hasil: Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan adanya perbedaan signifikan secara statistik antara kelompok fiksasi NBF 10% dan metanol terhadap hasil pewarnaan jaringan, dengan nilai p-value < 0,05. Jenis larutan fiksasi lebih tinggi pada kelompok formalin (NBF 10%) dibandingkan metanol menunjukkan bahwa NBF 10% menghasilkan pewarnaan jaringan yang lebih baik pada inti, sitoplasma, maupun membran sel.
Kesimpulan: NBF 10% menghasilkan kualitas morfologi sel epitel uterus yang secara signifikan lebih baik dibandingkan metanol pada pewarnaan inti sel, sitoplasma, dan membran sel.
Kata Kunci: Fiksasi, NBF 10%, Metanol, Morfologi Sel Epitel, Uterus, Adenomiosis
Ketersediaan
| S-N10122133 | 610 NAS p Skripsi 2025 | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
610 NAS p Skripsi 2025
|
| Penerbit | Studi Pendidikan Dokter : Fakultas Kedokteran Untad., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
xiv, 52 hlm,: ilus.; 30 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
610 NAS p
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
NASYWA
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






