Detail Cantuman
Advanced Search
Skripsi Kedokteran
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI FAST FOOD DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
HUBUNGAN KONSUMSI FAST FOOD DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Fakhriah M. Samiun1, Ressy Dwiyanti2, Sumarni3, Budi Dharmono Tulaka4
1Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
Email : fakhriahsamiun@gmail.com
ABSTRAK
Latar Belakang: Konsumsi fast food semakin meningkat pada remaja dan mahasiswa akibat kemudahan akses, rasa yang menarik, serta gaya hidup modern. Fast food umumnya tinggi kalori, lemak, gula, dan garam, sehingga berpotensi meningkatkan risiko obesitas. Obesitas sendiri merupakan masalah kesehatan serius yang berkaitan dengan penyakit metabolik dan kardiovaskular. Mahasiswa kedokteran memiliki aktivitas akademik yang padat, sehingga pola makan tidak teratur dapat meningkatkan risiko konsumsi fast food.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 91 mahasiswa preklinik (angkatan 2022–2024) yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) serta pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan IMT. Analisis data menggunakan uji Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05.
Hasil: Mayoritas responden jarang mengonsumsi fast food (87,9%), sementara 12,1% mengonsumsi fast food dengan frekuensi sering. Status gizi responden didominasi kategori normal (59,3%), diikuti overweight (18,7%) dan obesitas (8,8%). Hasil uji Spearman menunjukkan nilai korelasi r = 0,178 dengan p = 0,092, yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi fast food dengan kejadian obesitas.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Kedokteran Universitas Tadulako. Meskipun demikian, konsumsi fast food yang tinggi secara deskriptif cenderung berkaitan dengan IMT yang lebih tinggi.
Kata Kunci: Fast food, obesitas, indeks massa tubuh, mahasiswa kedokteran.
Ketersediaan
| S-N10122129 | 610 SAM h Skripsi 2025 | My Library | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
610 SAM h Skripsi 2025
|
| Penerbit | Studi Pendidikan Dokter : Fakultas Kedokteran Untad., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
xiv,67 hlm,: ilus.; 30 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
610 SAM h
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
FAKHRIAH M. SAMIUN
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






