No image available for this title

Skripsi Kedokteran

PERBEDAAN METODE NATIF, FLOTASI DAN KATO-KATZ DALAMMENGIDENTIFIKASI TELUR SOIL-TRANSMITTED HELMINTH (STH) PADA TANAH PEMUKIMAN WILAYAH SALENA , KOTA PALU, SULAWESI TENGAH



PERBEDAAN METODE NATIF, FLOTASI DAN KATO KATZ DALAM
MENGIDENTIFIKASI TELUR SOIL-TRANSMITTED HELMINTH (STH)
PADA TANAH PEMUKIMAN WILAYAH SALENA , KOTA PALU,
SULAWESI TENGAH
Muh. Naufal Fayyadz1, Vera Diana Towidjojo2, M. Sabir3, Mayabi Pratika3
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
3Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
e-mail : naufalfayys@gmail.com

ABSTRAK
Latar Belakang: Soil-Transmitted Helminths (STH) merupakan parasit usus yang ditularkan melalui tanah dan masih menjadi masalah kesehatan di wilayah tropis. Identifikasi telur STH pada tanah penting untuk memahami potensi transmisi. Metode Natif, Flotasi, dan Kato-Katz sering digunakan, namun efektivitasnya pada sampel tanah berbeda-beda.
Tujuan: Mengetahui perbedaan hasil identifikasi telur STH pada sampel tanah menggunakan metode Natif, Flotasi, dan Kato-Katz di wilayah Salena, Kota Palu, serta menentukan metode yang paling efektif dalam mendeteksi telur STH.
Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium dengan 40 sampel tanah yang diperiksa menggunakan metode Natif, Flotasi, dan Kato-Katz. Data hasil pemeriksaan dianalisis menggunakan uji Friedman untuk menilai perbedaan antar metode, dan uji Wilcoxon sebagai analisis lanjutan.
Hasil: Pemeriksaan metode Natif mendeteksi satu spesies pada 82,5% sampel dan dua spesies pada 17,5% sampel. Metode Flotasi mendeteksi dua spesies pada 92,5% sampel dan satu spesies pada 7,5% sampel. Metode Kato-Katz mendeteksi satu spesies pada 57,5% sampel dan dua spesies pada 42,5% sampel. Uji Friedman menunjukkan perbedaan bermakna antar metode (χ² = 41,176; p < 0,001). Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara Flotasi–Natif (p < 0,001) dan Flotasi–Kato-Katz (p < 0,001), namun perbedaan antara Natif–Kato-Katz tidak signifikan setelah koreksi (p = 0,008 > 0,017).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan antara metode Natif, Flotasi, dan Kato-Katz dalam mendeteksi telur STH pada sampel tanah. Metode Flotasi merupakan metode paling efektif dan memiliki tingkat deteksi tertinggi, diikuti Kato-Katz, sementara metode Natif menunjukkan sensitivitas paling rendah.
Kata kunci: Soil-Transmitted Helminths (STH), tanah, metode Natif, metode Flotasi, Kato-Katz.


Ketersediaan

S-N10122016610 FAY p Skripsi 2025My LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
610 FAY p Skripsi 2025
Penerbit Studi Pendidikan Dokter : Fakultas Kedokteran Untad.,
Deskripsi Fisik
xix, 47 hlm,: ilus.; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
610 FAY p
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this