No image available for this title

Skripsi Kedokteran

HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE TERHADAP KEJADIAN DERMATITIS KONTAK ALERGI DI KELURAHAN MPANAU PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAWAELI KOTA PALU



HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK ALERGI DI KELURAHAN MPANAU PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAWAELI
KOTA PALU
Audi Ramadani', Elly Yane Bangkele2, Ketut suarayasa2,Miranti2

'Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako


ABSTRAK

Latar belakang : Dermatitis Kontak Alergi (DKA) merupakan dermatitis yang terjadi akibat pajanan terhadap bahan alergen yang kontak/menempel pada kulit dimediasi oleh reaksi hipersensitivitas tipe 4 Personal hygiene adalah upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan seseorang yang tidak mampu atau tidak tahu cara menjaga kebersihan dirinya sendiri. Personal hygiene adalah salah satu faktor resiko yang dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi jika tidak di jaga dengan baik. Prevalensi terjadinya dermatitis kontak pada negara berkembang antara 20- 80%. Dermatitis sering terjadi pada negara yang beriklim tropis seperti IndonesiaBerbagai golongan umur, ras dan jenis kelamin dapat mengalami
dermatitis karena sebelumnya pernah terpapar alergen.

Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara personal hygiene dengan kejadian dermatitis kontak alergi di kelurahan mpanau pada wilayah kerja puskesmas tawaeli kota palu.

Metode: Penelitian menggunakan desain case control dengan total sampel 86 responden yang dibagi menjadi kelompok kasus (DKA) dan kontrol (tidak DKA). Sampel diperoleh menggunakan rumus Slovin. Variabel independen adalah personal hygiene, sedangkan variabel dependen adalah kejadian DKA. Data personal hygiene dikumpulkan melalui kuesioner, dan data DKA diperoleh melalui rekam medis. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05 serta
perhitungan odds ratio untuk mengukur kekuatan hubungan.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara personal hygiene dan kejadian dermatitis kontak alergı (p-value = 0,000). Responden dengan higienitas buruk lebih banyak mengalami DKA (92,9%) dibandingkan responden dengan higienitas baik. Nilai Risk Ratio (RR) sebesar 10,214 menunjukkan bahwa individu dengan personal hygiene buruk memiliki risiko lebih dari 10 kali lipat untuk mengalami DKA dibandingkan mereka yang memiliki personal
hygiene baik.

Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara personal hygiene dan kejadian dermatitis kontak alergi. Personal hygiene buruk merupakan faktor risiko kuat bagi terjadinya DKA di Kelurahan Mpanau. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi dan praktik kebersihan diri dalam upaya
pencegahan penyakit kulit. Kata Kunci : Personal hygiene, Dermatitis kontak alergi, Penyakit kulit, Hipersensitivitas, Case control, Puskesmas Tawaeli


Ketersediaan

S-N10122119610 RAM h Skripsi 2026My LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
610 RAM h Skripsi 2026
Penerbit Studi Pendidikan Dokter : Fakultas Kedokteran Untad.,
Deskripsi Fisik
xiv, 62 hlm,: ilus.; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
610 RAM h
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this