<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2090">
 <titleInfo>
  <title>EFEK ANTIBAKTERI  EKSTRAK BAWANG PUTIH  (ALLIUM SATIVUM LINN ) TERHADAP ESCHERICHIA COLI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MARSEL P.SAMPEALANG N 101 11 027</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Palu</placeTerm>
   <publisher>PSPD</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi Kedokteran</form>
  <extent>xv, 38 hlm., 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Latar Belakang :Bawang putih memiliki kandungan Allicin dan minyak atsiri, dimana kombinasi dari kandungan tersebut bermanfaat sebagai antibakteri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak bawang putih (Allium savitum linn) terhadap Escherichia coli secara in vitro.&#13;
Metode Penelitian :Penelitian ini merupakan penelitian Esaperimental dengan  post test only control group design. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2015.Dalam penelitian terdapat dua kelompok, yakni kelompok perlakuan dan kontrol,sampel yang digunakan adalah kultur bakteri Escherichia coli. Penelitian menggunakan 4 Perlakuan konsentrasi ektrak bawang putih yaitu 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan dua kontrol : Kontrol positif (cefotaxim) sedangkan kontrol negatif (aquadest) ,dimana masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali pada tiap kelompk. Nilai KHM ditentukan dengan mengukur diameter zona hambat pada media agar darah yang telah digoresi suspensi bakteri dengan berbagai konsentrsasi lalu diinkubasi selama 24 jam. Selanjutnya Data berupa diameter zona hambat dianalisis menggunakan Uji One Way ANOVA dengan nilai p &lt; 0,05 dan uji lanjutan menggunakan Post Hock&#13;
Hasil Penelitian: Secara Statistik Kelompok perlakuan ekstrak  memberikan KHM, sedangkan dalam pemanfaatannya tergolong dalam  antibibakteri kuat bersama konsentrasi 80% dan 60% ,sedangkan konsentrasi lainnya tergolong dalam antibakteri lemah 40% dan 20%. &#13;
Kesimpulan: Berdasarkan uji statistik,terdapat perbedaan bermakna efek antibakteri pada berbagai variasi konsetrasi ekstrak bawang putih (Allium Sativum Linn), dengan nilai p</note>
 <note type="statement of responsibility">MARSEL P.SAMPEALANG N 101 11 027</note>
 <subject authority="">
  <topic>JAMU</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO</physicalLocation>
  <shelfLocator>N 101 11 027 SAM e</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">SKD 2017358</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>N 101 11 027</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2090</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-03-23 08:57:46</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-12-02 10:22:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>